Ramai unggahan warga Kalsel keluhkan kabut asap karhutla makin tebal: Sudah berbulan-bulan hirup asap setiap hari

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Selasa, 22 September 2026 | 21:13 WIB
Warga keluhkan kabut asap tebal yang kembali terjadi di Kalimantan Selatan (Threads/yudi_andika91 - emshihab)
Warga keluhkan kabut asap tebal yang kembali terjadi di Kalimantan Selatan (Threads/yudi_andika91 - emshihab)

GENMILENIAL.ID - Kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti sejumlah wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel). Kondisi tersebut telah dirasakan warga sejak Juli hingga September 2026.

Selama tiga bulan terakhir, warga harus beraktivitas di tengah pekatnya kabut asap.

Kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga membuat jarak pandang menurun dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

Baca Juga: Pilkades Subang 2026, polisi ungkap dinamika dukungan bakal calon mulai terlihat di desa

Keluhan mengenai kondisi kabut asap karhutla di Kalsel turut ramai disampaikan warga melalui media sosial.

Sejumlah unggahan memperlihatkan kondisi jalan yang tertutup asap hingga warga yang mengaku harus menghirup asap setiap hari.

Kabut asap tebal di Banjarmasin sejak pagi hari

Salah satu unggahan dibagikan oleh akun Threads @yuda_andika91. Dalam unggahannya, ia menuliskan, “POV Kalimantan Selatan setelah ba’da Subuh. Asap karhutla parah banget.”

Dalam unggahan tersebut, ia membagikan situasi saat berkendara di jalan raya dengan jarak pandang yang pendek.

Baca Juga: Banjir bandang terjang Solok, kawasan kantor Bupati penuh lumpur hingga kayu

“Ini gue berangkat kerja kayak gini, jarak pandang paling cuma 1 meter. Enggak keliatan apa-apa, ini mobil tangki di depan juga enggak keliatan, makanya hati-hati,” ujar akun Threads @yuda_andika91 dalam video yang diunggah pada Selasa, 22 September 2026.

Video lain turut diunggah oleh akun Threads @ems***b saat harus berkendara dengan kecepatan rendah karena jarak pandang menurun.

“Mau dibiarkan sampai kapan kebakaran di wilayah kami? Korban sudah banyak, warga jatuh sakit ISPA, kerugian ekonomi karena transportasi darat & udara nyaris lumpuh,” tulis akun Threads @ems***b.

“Enggak bisa cepat, jalan 10 km/h aja. Full asap, enggak kelihatan,” sambungnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X