KPK juga menduga Sirajudin melakukan plotting vendor yang akan mengerjakan sejumlah proyek di lingkungan Pemkab Bolmut.
Dalam prosesnya, Sirajudin diduga memerintahkan Kepala Dinas PUPR untuk mengondisikan perusahaan yang akan memenangkan lelang. Skema tersebut menjadi bagian dari konstruksi dugaan pemerasan yang tengah ditangani KPK.
Baca Juga: Anggaran cair! Ini update bansos PKH dan BPNT 2026 tahap 3, dari syarat penerima hingga nominalnya
KPK juga menyebut adanya pembagian fee dalam pengadaan barang dan jasa tersebut.
Berdasarkan konstruksi perkara yang disampaikan, dugaan fee itu antara lain dialokasikan sebesar 4 persen untuk Kepala Dinas PUPR Bolmut dan 1 persen untuk Pokja PBJ.
Selain dugaan pemerasan, Sirajudin juga diduga menerima penerimaan lainnya dan atau gratifikasi yang nilainya mencapai Rp11,14 miliar.
Rinciannya, sebanyak Rp250 juta disebut berasal dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bolmut, sedangkan Rp10,79 miliar lainnya diduga diterima dari pihak-pihak lain.
Baca Juga: Razia gabungan Lapas Subang, narkoba dan HP nihil, 119 orang negatif tes urine
KPK masih melakukan pendalaman terhadap pihak-pihak lain yang diamankan dalam OTT tersebut.
Status hukum mereka dapat ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan alat bukti yang ditemukan penyidik.
Sementara itu, Sirajudin telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan KPK untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.***
Artikel Terkait
OTT KPK di Riau: 10 Orang diamankan termasuk penyelenggara negara, dugaan korupsi di Dinas PUPR
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko terjaring OTT KPK, diduga terlibat skandal mutasi jabatan ASN
OTT KPK Bupati Rejang Lebong: Fikri Thobari diduga terima fee proyek hingga Rp1,75 miliar
Jejak panjang skandal proyek DJKA, dari OTT KPK di 2023 hingga eks direktur Kemenhub terjerat dugaan gratifikasi
Kepala Imigrasi Jakarta Ronald Amran kena OTT KPK, barang bukti mata uang asing hingga logam mulia kini disita
Nasib Bupati Lombok Barat yang kena OTT KPK: Jadi tersangka suap sepulang nobar final Piala Dunia 2026
Telisik modus skandal korupsi Bupati Bolmut, diduga patok fee proyek hingga 10 persen