Usai viral guru ngaji sodomi 24 murid di Cilacap, terungkap modus agar korban tak laporkan aksi bejatnya

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Rabu, 9 September 2026 | 19:38 WIB
Menyoroti fakta terkini ihwal kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan oknum guru ngaji terhadap 24 muridnya di Cilacap, Jawa Tengah (Instagram.com/@cilacapmedia_)
Menyoroti fakta terkini ihwal kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan oknum guru ngaji terhadap 24 muridnya di Cilacap, Jawa Tengah (Instagram.com/@cilacapmedia_)

“Lalu pelapor atau orang tuanya bertanya kenapa? Lalu korban lalu korban menjelaskan bahwa selama ini telah dicabuli dan disetubuhi oleh tersangka WR,” sambungnya.

Laporan tersebut kemudian menjadi pintu masuk pengungkapan kasus yang berdasarkan hasil pendalaman polisi ternyata melibatkan korban dalam jumlah lebih banyak.

Baca Juga: Pencarian hari kedua 5 jurnalis yang hilang kontak di perairan Gunung Anak Krakatau, tim SAR perluas area penyisiran

Dugaan aksi berlangsung selama 8 tahun

Polisi menyebut dugaan perbuatan tersebut tidak hanya terjadi sekali.

Berdasarkan hasil pendalaman, jumlah korban mencapai 24 orang dan dugaan aksi tersebut telah berlangsung selama sekitar delapan tahun.

“Untuk korban total ada 24 korban dan semuanya laki-laki di bawah umur, sekarang ada yang dewasa karena kejadiannya sudah dari 8 tahun terakhir,” jelas Wulan.

Dugaan aksi tersebut dilakukan di sejumlah lokasi yang berkaitan dengan tersangka, termasuk rumahnya dan lantai dua masjid yang biasa digunakan untuk mengajar mengaji.

Baca Juga: Sudah berada di Selat Sunda sehari sebelum erupsi, pemancing ini bagikan situasi detik-detik Gunung Anak Krakatau muntahkan lava pijar

“Untuk motifnya untuk menyalurkan nafsu birahi,” ungkap Wulan.

Korban dan orang tua mendapat trauma healing

Setelah kasus tersebut ditangani, polisi juga melakukan pendampingan terhadap korban dan orang tua.

Trauma healing diberikan kepada mereka yang mengalami trauma akibat kejadian tersebut.

“Korban dan orang tua sudah dilakukan trauma healing,” ungkap Wulan.

Baca Juga: Bupati Subang tegaskan penanggulangan bencana tak boleh menunggu kejadian, mitigasi harus dimulai dari awal

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X