GENMILENIAL.ID — Teka-teki kematian Julia Risky Ramadiana (11 tahun), anak berkebutuhan khusus di Merauke, Papua Selatan, mulai terkuak. Polisi menetapkan ayah kandung korban berinisial MRP sebagai tersangka pembunuhan putrinya.
Penetapan tersangka tersebut menjadi titik balik dalam kasus yang terjadi pada 27 Oktober 2025. Sebelum status hukumnya terungkap, MRP sempat mendapat perhatian dan simpati publik setelah tampil tegar serta mengungkapkan kesedihan atas kematian Julia.
MRP bahkan sempat meminta polisi segera menemukan dan menangkap pelaku yang disebut telah membunuh putrinya.
Sempat menangis dan mendapat simpati publik
Dalam sebuah acara setelah kematian Julia, MRP menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang memberikan dukungan kepada keluarganya.
“Saya tidak menyangka kalian sangat peduli dengan apa yang terjadi pada keluarga kecil saya. Terima kasih kepada kalian yang telah merasakan duka yang saya rasakan,” ucap MRP dalam video yang diunggah akun Instagram @info_kejadian_merauke pada Jumat, 21 Agustus 2026.
Saat itu, MRP juga berharap kasus yang menimpa putrinya tidak terjadi lagi kepada anak-anak lain.
Baca Juga: 50 Ruko ludes dan 39 KK terdampak: Kerugian kebakaran Pasar Sungai Duri tembus Rp70 miliar
“Saya berdiri sebagai percontohan pertama dari kasus luar biasa, kebiadaban seperti ini hanya bisa dilawan dengan kita saling peduli satu sama lain,” lanjutnya.
“Biar tidak ada Julia Risky lagi yang jadi korban kebiadaban,” sambungnya.
Berharap Merauke aman untuk anak
Dalam kesempatan lain saat bertemu dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia, MRP juga menyampaikan harapannya agar Merauke menjadi kota yang aman bagi perempuan dan anak-anak.
“Semoga Merauke aman untuk anak-anak dan wanita. Untuk kasus ini, tersangka segera didapat supaya Julia Risky Ramadiana tidak ada lagi, saya jadi percontohan pertama dan terakhir,” ucap MRP, dikutip dari unggahan video yang sama.
Artikel Terkait
Mayat pria bersimbah darah ditemukan di perkebunan Wantilan Subang, polisi duga korban pembunuhan berencana
Terungkap motif pembunuhan konsultan asal Klaten di Subang, pelaku sakit hati dan faktor ekonomi
Apresiasi DPRD Subang atas pengungkapan pembunuhan Wantilan, minta keamanan Dapil III diperkuat
Terduga pelaku pembunuhan Ermanto Usman di Bekasi ditangkap polisi
Pembunuhan di kafe Pantura Subang terungkap, motif ditolak hubungan intim
Kasat Reskrim: Pembunuhan di kafe Subang terjadi saat Lebaran, pelaku tak mabuk
Perampokan disertai pembunuhan di Sragen, siswi SD ditemukan tewas dengan luka senjata tajam