Pembunuhan di kafe Pantura Subang terungkap, motif ditolak hubungan intim

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Kamis, 26 Maret 2026 | 19:41 WIB
Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono didampingi jajaran saat konferensi pers pengungkapan kasus pembunuhan disertai pencurian dengan kekerasan di Polres Subang, Kamis 26 Maret 2026
Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono didampingi jajaran saat konferensi pers pengungkapan kasus pembunuhan disertai pencurian dengan kekerasan di Polres Subang, Kamis 26 Maret 2026

GENMILENIAL.IDKasus pembunuhan disertai pencurian dengan kekerasan (curas) yang terjadi di wilayah Pantura Subang akhirnya terungkap. Pelaku yang sempat melarikan diri berhasil ditangkap di wilayah Bogor setelah penyelidikan intensif aparat kepolisian.

Peristiwa tragis itu terjadi di sebuah kafe di Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang, pada Sabtu 21 Maret 2026 sekitar pukul 08.00 WIB.

Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono menjelaskan, korban berinisial NA (47 tahun), seorang buruh harian lepas sekaligus pemilik Kafe M, ditemukan meninggal dunia akibat kekerasan berat di bagian kepala.

Baca Juga: Tabel gizi MBG Ramadan disorot, cara penulisan disebut bikin salah paham

“Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Sabtu, 21 Maret 2026 sekitar pukul 08.00 WIB di sebuah kafe yang berlokasi di jalur Pantura, tepatnya di wilayah Kecamatan Patokbeusi,” ujarnya dalam konferensi pers, Kamis 26 Maret 2026.

Motif emosi sesaat berujung pembunuhan

Pelaku berinisial AR (44 tahun), yang diketahui merupakan mantan pelanggan sekaligus sempat bekerja membantu di kafe milik korban, nekat menghabisi nyawa korban karena sakit hati.

Kasat Reskrim Polres Subang AKP Bagus Panuntun mengungkapkan, peristiwa bermula saat pelaku mendatangi korban yang tengah beraktivitas di area kamar mandi.

Baca Juga: Kepala BAIS TNI mundur usai kasus air keras aktivis KontraS, TNI janji tindak tegas

“Saat itu tersangka meminta kepada korban untuk melakukan hubungan intim, namun ditolak oleh korban,” jelasnya.

Penolakan tersebut memicu emosi pelaku. Ia kemudian mengambil balok kayu dan menyerang korban dari belakang.

“Tersangka melakukan pemukulan beberapa kali ke arah kepala korban hingga korban terjatuh dan tidak berdaya,” lanjutnya.

Hasil autopsi menunjukkan korban mengalami luka berat akibat trauma benda tumpul yang menyebabkan perdarahan serius hingga meninggal dunia.

Baca Juga: Kepala BGN tantang SPPG sajikan menu MBG bintang 5, harga bahan tetap Rp10 ribu

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X