Namun, rasa aman tersebut tidak berlangsung lama. Taufik disebut kembali ke Jawa Barat karena merasa tidak lagi aman di lokasi pelariannya.
“Yang bersangkutan sempat berpindah ke Tangerang. Tapi kemudian kembali lagi ke Jawa Barat,” kata Rudi.
Polisi juga memastikan bahwa selama pelarian, Taufik bergerak seorang diri tanpa bantuan pihak lain.
“Kami melihat pergerakannya sendiri, tidak dibantu siapa pun,” tegasnya.
Jalani pemeriksaan kesehatan
Usai ditangkap, Taufik langsung menjalani serangkaian pemeriksaan, termasuk tes kesehatan fisik dan mental. Hal ini dilakukan untuk mendalami kondisi tersangka serta motif di balik tindakannya.
Selain itu, polisi juga melakukan tes terkait dugaan penggunaan narkoba. Hasilnya menunjukkan negatif, meskipun tersangka mengaku sempat mengonsumsi minuman keras.
“Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan kondisi tersangka, termasuk aspek mentalnya,” tutup Rudi.
Kasus ini masih terus didalami oleh pihak kepolisian, termasuk menggali keterangan dari korban serta mengumpulkan bukti tambahan terkait dugaan penyekapan dan penganiayaan yang terjadi selama bertahun-tahun tersebut.***
Artikel Terkait
Sejoli di Bandung terseret isu KDRT, video CCTV diduga rekam aksi kekerasan hingga permintaan maaf pelaku
Dugaan kekerasan anak di Pasar Senen Jakpus viral, korban disebut sering dianiaya hingga tidur di teras
Di balik kasus penyiksaan seorang wanita di Bandung, ada kakak yang merasa janggal saat adiknya tak kunjung pulang
Jadi korban salah sasaran, warga Soreang mengaku sempat dikira pelaku penyekapan dan penyiksaan di Bandung
Diduga 3 tahun aniaya kekasih, ini kronologi perilaku sadis Taufik Hidayat yang kini mendekam di sel Mapolda Jabar
Drama penangkapan tersangka aniaya Taufik Hidayat, si penagih utang yang ‘licin’ dan sempat diuber warga se-Jabar
Usai penangkapan Taufik Hidayat, muncul isu utang pinjol korban aniaya yang kini diklaim sudah lunas