GENMILENIAL.ID – Warganet di media sosial tengah ramai membahas pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang dilakukan secara door-to-door oleh petugas Badan Pusat Statistik (BPS).
Pendataan yang berlangsung sejak 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 ini menyasar langsung rumah warga.
Namun, di tengah pelaksanaannya, muncul kekhawatiran publik terkait kejelasan identitas petugas yang datang.
Sejumlah warganet menyoroti pentingnya atribut resmi, seperti surat tugas dan kartu identitas, mengingat sensus ini berkaitan dengan data pribadi.
Warga tolak petugas tanpa surat tugas
Salah satu cerita datang dari akun Threads @andritriseptiadi yang mengaku didatangi petugas sensus.
Namun, ia memilih menolak karena petugas tidak dapat menunjukkan surat tugas resmi.
Dalam unggahannya, ia menyebut petugas hanya menunjukkan ID card tanpa dilengkapi dokumen penugasan.
“Tapi sebelum mereka menyensus, saya menanyakan surat tugas dan ID card. Mereka hanya menunjukkan ID card tanpa ada surat tugas,” tulisnya.
Ia menegaskan bahwa setiap pihak yang masuk ke area pribadi harus memiliki kejelasan kewenangan. Meski demikian, penolakan dilakukan secara sopan.
“Tentunya saya menolak disensus. Ini menyangkut data pribadi saya,” lanjutnya.
Unggahan tersebut pun mendapat respons luas dari warganet dan telah disukai ratusan pengguna.
Artikel Terkait
Viral wisatawan terjebak banjir di Curug Gomblang Banyumas, ini kronologi dan penjelasan petugas
Jelang Sensus Ekonomi 2026, BPS Banten gandeng Fekraf perkuat data ekonomi kreatif
Samsara Bamboo Festival 2026 angkat bambu sebagai solusi lingkungan dan ekonomi hijau di Bali
ICCN luncurkan Indonesia Culture Festival, dorong ekonomi kreatif dan pariwisata berkelanjutan
Dasco sebut pertemuan Chatib Basri dengan Presiden bahas strategi pertumbuhan ekonomi
Harapan di balik rapor, kisah haru petugas Damkar dampingi siswa yatim piatu di Ciamis
Bupati Subang turun langsung dukung Pencanangan Sensus Ekonomi 2026, Kang Rey: Data jadi kunci arah pembangunan