KDM gaspol tes urine pelajar se-Jabar usai kasus begal maut Subang

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Senin, 10 Agustus 2026 | 13:14 WIB
Caption: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan pers kepada awak media terkait isu keamanan dan peredaran obat terlarang di Subang, Senin 10 Agustus 2026
Caption: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan pers kepada awak media terkait isu keamanan dan peredaran obat terlarang di Subang, Senin 10 Agustus 2026

GENMILENIAL.ID – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) mendorong pelaksanaan tes urine bagi pelajar SMP hingga SMA/SMK di seluruh Jawa Barat sebagai langkah pencegahan dini penyalahgunaan narkoba dan obat keras ilegal.

Dorongan itu disampaikan KDM usai menghadiri konferensi pers pengungkapan kasus begal maut di Purwadadi, Kabupaten Subang, Senin 10 Agustus 2026. 

Ia menilai kasus kriminal, termasuk begal, tidak lepas dari persoalan peredaran obat terlarang yang masih marak di lingkungan masyarakat.

Baca Juga: Begal maut di jalur sepi Subang dibekuk, 2 pelaku terancam seumur hidup, KDM murka siap tahan bantuan desa

Tes urine jadi langkah pencegahan

Menurut KDM, penanganan narkoba tidak bisa hanya dilakukan setelah terjadi penyalahgunaan. Pemerintah harus bergerak dari hulu dengan mendeteksi sejak dini, terutama di kalangan pelajar.

“Tes urine penting untuk memastikan kondisi anak-anak kita. Kalau ditemukan, kita siapkan rehabilitasi,” tegasnya.

Langkah ini, lanjut dia, menjadi bagian dari upaya besar Pemprov Jawa Barat dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkotika dan obat keras ilegal.

Baca Juga: Kasus penipuan berkedok rekrutmen CPNS senilai Rp20 miliar: Diduga libatkan oknum militer aktif di Jatim

Kasus begal jadi alarm bahaya

KDM mengapresiasi gerak cepat Polres Subang dalam mengungkap kasus begal maut di Purwadadi yang menewaskan satu korban.

Namun, ia menegaskan peristiwa tersebut harus menjadi peringatan serius bagi semua pihak.

Menurutnya, keamanan tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat TNI dan Polri, tetapi harus menjadi tanggung jawab bersama hingga tingkat lingkungan.

“Keamanan itu bukan hanya tugas TNI-Polri, tapi tugas bersama. Desa, RT, RW harus aktif,” ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X