“Ini bukan hal biasa, ini bentuk teror dan intimidasi nyata,” ujarnya.
Ia juga menyoroti ironi dari kejadian tersebut, di mana aksi penyampaian aspirasi secara damai justru direspons dengan cara yang dinilai mengancam.
“Kita menyampaikan aspirasi secara damai, mengkritik kebijakan yang menyengsarakan rakyat, malah dibalas dengan cara seperti ini,” katanya.
Tiyo menduga, tujuan dari tindakan tersebut adalah untuk menimbulkan rasa takut agar dirinya dan rekan-rekan sesama aktivis berhenti bersuara.
“Tujuannya cuma satu, yakni menakut-nakuti supaya kami diam,” ungkapnya.
Tegaskan tak akan mundur meski diteror
Meski demikian, Tiyo menegaskan bahwa kejadian ini tidak akan membuatnya gentar. Ia bahkan menyebut tekanan semacam ini justru semakin menguatkan tekadnya untuk terus bersuara.
“Ketahuilah, semakin diteror, semakin kami tidak akan mundur. Ini bukti nyata bahwa apa yang kami perjuangkan memang menyentuh sasaran,” tegasnya.
Ia memastikan akan tetap mengawal isu-isu yang dianggap penting bagi masyarakat serta tidak akan berhenti menyuarakan keadilan.
Baca Juga: Viral momen dagangan PKL diborong warga untuk mahasiswa saat lakukan aksi di Bundaran HI
“Kami tetap akan bersuara, tetap mengawal keadilan, dan tidak akan gentar dengan ancaman apa pun,” tambahnya.
Di sisi lain, Tiyo juga menyatakan bahwa alat pelacak yang ditemukan tersebut akan diserahkan kepada pihak berwenang untuk ditindaklanjuti.
“Saya serahkan bukti ini ke pihak berwajib dan berharap kasus ini segera diusut tuntas,” tandasnya.***
Artikel Terkait
Aktivis lingkungan Subang–Garut soroti kerusakan alam dan Blok Paseh, desak pemerintah ambil sikap tegas
Ratusan aktivis dan budayawan soroti krisis lingkungan nasional dalam Gunem Alam di Sumedang
Aktivis KontraS Andrie Yunus disiram air keras oleh OTK sepulang podcast di Jakarta
Novel Baswedan soroti penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus, sebut kejahatan biadab
Andrie Yunus jadi korban penyiraman air keras, sosok aktivis HAM yang pernah dobrak pintu rapat RUU TNI di Hotel Fairmont
Kepala BAIS TNI mundur usai kasus air keras aktivis KontraS, TNI janji tindak tegas
Di tengah ejekan menteri Israel ke relawan GSF yang digeruduk saat menuju Gaza, aktivis perempuan teriak: Palestina merdeka!