Novel Baswedan soroti penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus, sebut kejahatan biadab

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Sabtu, 14 Maret 2026 | 11:48 WIB
Menyoroti pernyataan eks penyidik KPK, Novel Baswedan (kiri) terkait kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus (kanan) (Instagram.com/@watchdoc-@infipop)
Menyoroti pernyataan eks penyidik KPK, Novel Baswedan (kiri) terkait kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus (kanan) (Instagram.com/@watchdoc-@infipop)

GENMILENIAL.ID - Kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menjadi sorotan luas publik.

Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Jalan Salemba, Jakarta Pusat, pada Kamis, 12 Maret 2026 sekitar pukul 23.30 WIB.

Saat ini pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna menelusuri identitas pelaku yang melakukan penyerangan terhadap Wakil Koordinator KontraS tersebut.

Baca Juga: Viral kasus pembuangan bayi di Bekasi, polisi ungkap motif pelaku takut diusir orang tua

Insiden ini juga mengingatkan publik pada kasus serupa yang pernah dialami mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan, pada 11 April 2017 di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Dalam peristiwa tersebut, Novel Baswedan disiram air keras oleh orang tidak dikenal setelah menunaikan salat subuh di dekat kediamannya.

Serangan itu menyebabkan luka bakar serius dan kerusakan pada mata kiri Novel hingga sekitar 95 persen.

Novel Baswedan sebut pelaku berniat membunuh

Menanggapi kasus yang menimpa Andrie Yunus, Novel Baswedan menyampaikan kecaman keras terhadap pelaku penyerangan.

Baca Juga: Viral menu MBG berbelatung di Malang, operasional SPPG Lowokwaru Tulusrejo 2 dihentikan sementara

Menurutnya, tindakan penyiraman air keras tersebut bukan sekadar kekerasan biasa, melainkan memiliki indikasi niat untuk membunuh korban.

“Dia diserang yang serangan pelakunya itu bermaksud membunuh, kenapa? Pelakunya menyiram air keras di area muka,” ujar Novel Baswedan dalam konferensi pers bersama KontraS di Jakarta, Jumat, 13 Maret 2026.

Ia menjelaskan bahwa penyiraman cairan berbahaya pada bagian wajah dapat berakibat fatal bagi korban.

“Kalau area muka itu kena air keras kemungkinan besar gagal napas dan bisa meninggal,” lanjutnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X