GENMILENIAL.ID - Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas) Silmy Karim akhirnya menyerahkan diri ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu malam, 3 Juni 2026.
Kedatangannya ke Gedung Merah Putih KPK di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, sempat diwarnai kericuhan dengan awak media yang telah menunggu sejak sore hari.
Silmy tiba sekitar pukul 22.40 WIB dengan pengawalan sejumlah pria yang mengenakan seragam hijau.
Baca Juga: Polres Subang gelar sertijab Kapolsek Cibogo dan Purwadadi, berikut perubahan jabatannya
Kehadirannya yang berlangsung hampir tengah malam itu langsung menyita perhatian wartawan yang meliput perkembangan kasus operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Imigrasi Jakarta Barat.
Kedatangan diwarnai kericuhan dengan awak media
Saat memasuki area gedung KPK, suasana sempat memanas. Aksi dorong-dorongan terjadi antara pengawal Silmy dengan sejumlah wartawan yang berusaha mengambil gambar serta meminta keterangan.
Kericuhan tidak terhindarkan ketika ajudan Silmy terlihat mendorong awak media yang berada di jalur masuk. Adu mulut pun sempat terjadi di tengah situasi yang cukup tegang.
Baca Juga: Di pelosok Cupunagara, Kang Rey temui warga yang hidup di tengah ancaman tanah bergerak
“Anak buahnya nggak usah arogan pak, dibina dulu. Kasar banget,” ujar salah satu wartawan di lokasi.
Meski menjadi sorotan, Silmy Karim memilih tidak memberikan pernyataan apa pun. Ia tetap berjalan menuju pintu masuk tanpa merespons pertanyaan dari media.
Bungkam dan langsung naik ke lantai atas
Setelah melakukan pelaporan di meja resepsionis, Silmy bersama rombongan langsung menuju lantai atas Gedung KPK.
Ia tidak menjelaskan maksud kedatangannya maupun menanggapi isu keterlibatannya dalam kasus yang sedang ditangani KPK.
Artikel Terkait
KPK periksa Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko usai OTT kasus mutasi jabatan, 13 orang termasuk adiknya diamankan
Tak lagi sekadar OTT, Mahfud MD bongkar mandeknya kasus korupsi besar sepanjang 2025
OTT oknum LSM peras kades, Polres Subang bongkar modus intimidasi anggaran desa
Selain tetapkan 4 tersangka, KPK tunjukkan uang Rp2,6 miliar hasil OTT Bupati Pati Sudewo
OTT KPK Bupati Rejang Lebong: Fikri Thobari diduga terima fee proyek hingga Rp1,75 miliar
Jejak panjang skandal proyek DJKA, dari OTT KPK di 2023 hingga eks direktur Kemenhub terjerat dugaan gratifikasi
Kepala Imigrasi Jakarta Ronald Amran kena OTT KPK, barang bukti mata uang asing hingga logam mulia kini disita