Di tengah ejekan menteri Israel ke relawan GSF yang digeruduk saat menuju Gaza, aktivis perempuan teriak: Palestina merdeka!

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Kamis, 21 Mei 2026 | 23:14 WIB
Menyoroti viralnya video yang dibagikan Menhan Israel, Itamar Ben-Gvir terkait para relawan GSF yang sempat digeruduk di Perairan Siprus (X.com/@itamarbengvir)
Menyoroti viralnya video yang dibagikan Menhan Israel, Itamar Ben-Gvir terkait para relawan GSF yang sempat digeruduk di Perairan Siprus (X.com/@itamarbengvir)

430 Relawan masih ditahan

Insiden ini memicu reaksi keras dari berbagai negara, termasuk Indonesia, yang mengecam perlakuan terhadap relawan kemanusiaan.

Sebanyak 430 relawan Global Sumud Flotilla dari lebih dari 40 negara dilaporkan masih ditahan dan berjuang untuk mendapatkan pembebasan.

Misi tersebut awalnya merupakan upaya pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza melalui jalur laut. Lebih dari 50 kapal diberangkatkan dari Turki sejak 14 Mei 2026.

Namun pada 18 Mei 2026, armada tersebut dicegat militer Israel di perairan internasional sekitar 250 mil laut dari Gaza, wilayah yang hingga kini masih berada dalam blokade.

Baca Juga: Polres Subang sabet IKPA Terbaik I di KPPN Purwakarta Award 2026, bukti tata kelola anggaran kinclong

Penangkapan yang disebut dilakukan secara paksa ini memicu perdebatan global terkait legalitas tindakan tersebut.

Israel bantah langgar hukum

Menanggapi kritik internasional, Kementerian Luar Negeri Israel membantah adanya pelanggaran dalam operasi tersebut.

Dalam pernyataannya pada Selasa 19 Mei 2026, mereka mengklaim tidak menggunakan peluru tajam saat penangkapan.

“Kami tidak mengizinkan pelanggaran terhadap blokade laut yang sah atas Gaza,” demikian pernyataan resmi Kemlu Israel.

Baca Juga: Skandal korupsi penyaluran KPR di BTN Karawang, 481 debitur diduga terlibat praktik 'pinjam nama' hingga manipulasi data

Israel juga menyatakan bahwa para aktivis telah dipindahkan ke kapal mereka dan akan diberikan akses untuk bertemu perwakilan konsuler masing-masing.

Tekanan internasional terus menguat

Hingga kini, belum ada informasi lanjutan terkait kondisi terbaru para relawan yang ditahan. Namun, tekanan dari komunitas internasional terus meningkat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X