Dampak ke ratusan petugas
Penghentian operasional SPPG Pangauban berdampak langsung pada para petugas yang bekerja di dapur tersebut.
Hendrik menyebut, sekitar 150 relawan kini terpaksa tidak bisa bekerja setelah Lebaran.
“Dengan kondisi ini, ada sekitar 150 relawan yang tidak akan bekerja atau produksi pada 31 Maret,” ungkapnya.
Ia mengaku prihatin dengan kondisi para relawan yang sebelumnya sudah bersiap kembali bekerja usai libur Lebaran.
“Saya sangat prihatin, karena setelah Lebaran biasanya kebutuhan meningkat, tapi sekarang mereka tidak bisa bekerja,” tambahnya.
Baca Juga: 7 Tahun ngontrak, pemilik rumah syok kamar penyewa di Tangsel penuh sampah menggunung
Persiapan produksi terhenti
Hendrik juga mengungkapkan bahwa pihaknya sebenarnya telah melakukan berbagai persiapan untuk melanjutkan program MBG.
Mulai dari pemesanan bahan hingga perancangan menu sudah dilakukan sebelum keputusan penghentian operasional.
“Saya sudah PO susu, sudah merancang menu, tapi akhirnya kandas,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada para penerima manfaat program MBG yang terdampak akibat penghentian ini.
Baca Juga: Cerita korban selamat kecelakaan travel di Majalengka, penumpang sempat teriak minta sopir pelan
“Sekali lagi saya mohon maaf kepada warga Jawa Barat dan anak-anak yang seharusnya menerima manfaat,” katanya.
Artikel Terkait
Mahfud MD soroti tata kelola MBG: Dari lele mentah hingga dugaan kasus tak ditindak
Viral joget sambil ngaku dapat Rp6 juta per hari, mitra MBG tempuh jalur hukum
Viral mitra MBG joget, Lita Gading sentil keras hingga tantang dilaporkan ke polisi
Viral joget soal insentif Rp6 juta, mitra MBG Hendrik Irawan minta maaf dan klarifikasi
Viral joget di dapur MBG, SPPG milik pria ini dibekukan, BGN tegaskan bukan bisnis
Kepala BGN tantang SPPG sajikan menu MBG bintang 5, harga bahan tetap Rp10 ribu
Tabel gizi MBG Ramadan disorot, cara penulisan disebut bikin salah paham