3 Bulan pascabanjir Aceh Tamiang, warga Desa Sulum bertahan dengan air sungai keruh untuk mandi dan masak

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Sabtu, 21 Februari 2026 | 20:33 WIB
Penyintas banjir dan longsor di Aceh Tamiang menghadapi krisis air bersih (Instagram/tiarawati22)
Penyintas banjir dan longsor di Aceh Tamiang menghadapi krisis air bersih (Instagram/tiarawati22)

GENMILENIAL.ID — Hampir tiga bulan setelah banjir bandang dan tanah longsor menerjang Kabupaten Aceh Tamiang pada akhir November 2025, persoalan dasar seperti air bersih dan sanitasi masih menjadi keluhan utama warga terdampak.

Salah satu wilayah yang kondisinya memprihatinkan adalah Desa Sulum, Kecamatan Sekerak.

Di desa ini, warga terpaksa menggunakan air sungai berwarna coklat keruh untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari mandi hingga memasak.

Banjir yang sebelumnya melumpuhkan sejumlah kecamatan di Aceh Tamiang meninggalkan endapan lumpur tebal di permukiman.

Baca Juga: Cita-cita jadi kiai kandas, ayah NS ungkap pesan terakhir sebelum bocah 12 tahun di Sukabumi meninggal

Namun, persoalan tak berhenti pada kerusakan fisik. Krisis air bersih kini menjadi ancaman lanjutan yang membayangi kesehatan masyarakat.

Warga gunakan air sungai yang keruh

Dalam sebuah video yang diunggah akun Instagram @ria.audinaa pada Sabtu, 21 Februari 2026, seorang relawan yang menyambangi Desa Sulum menggambarkan kondisi lapangan yang masih jauh dari pulih.

“Kondisi di sini cukup memprihatinkan, masyarakat masih mengambil air langsung dari sungai yang airnya keruh,” ujarnya.

Air sungai tersebut disedot menggunakan mesin lalu ditampung di wadah besar sebelum digunakan.

Baca Juga: Kronologi dan hasil autopsi NS, bocah 12 tahun di Sukabumi diduga korban penganiayaan ibu tiri

Warga terpaksa mendiamkan air beberapa saat agar lumpurnya mengendap.

“Air tersebut disedot menggunakan mesin, kemudian ditampung untuk digunakan sehari-hari. Mulai dari mandi, masak, hingga diminum,” terangnya.

Situasi ini tentu memunculkan kekhawatiran akan risiko penyakit, terutama bagi anak-anak dan lansia yang lebih rentan terhadap infeksi akibat kualitas air yang buruk.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X