GENMILENIAL.ID — Dampak banjir bandang dan tanah longsor akhir November 2025 lalu masih menyisakan luka bagi para anak-anak di Reje Payung, Aceh Tengah.
Tak hanya rumah yang hancur, hak mereka untuk belajar di sekolah yang layak pun kini terhalang akibat bangunan kelas yang tertimbun tanah.
Ruang kelas hancur dan tertimbun lumpur
Dua bocah dari Reje Payung memperlihatkan kondisi sekolah mereka yang kini sebagian besar tertimbun tanah bekas banjir.
Baca Juga: Viral bocah di Majalaya Bandung selalu bawa pulang makanan dari masjid untuk neneknya
Tingginya lumpur hampir menyentuh atap bangunan, membuat meja dan kursi belajar tidak lagi terlihat.
“Kelasnya dulu di sini Bang, kelas 4. Pengen sekolah lagi,” ujar salah satu bocah sambil menunjukkan ruang kelasnya, dikutip dari unggahan akun Instagram @sulton_firdaus34 pada Jumat, 20 Februari 2026.
Pemilik akun menambahkan, untuk memasuki ruang kelas anak-anak harus berjongkok karena tingginya lumpur.
“Ini pintu ya, tanahnya itu setinggi ini, apalagi ruang kelasnya,” jelasnya.
Baca Juga: Kasus ibu bunuh anak di Subang, Kasat Reskrim tegaskan tak ada unsur KDRT
Akses sulit, bantuan terbatas
Reje Payung sempat menjadi desa terisolir karena akses yang sulit.
Warga harus menyeberangi sungai menggunakan tali sling, sementara sebagian bantuan juga disalurkan melalui jalur udara.
“Setelah hampir 3 bulan bencana banjir bandang dan longsor, keadaan sekitar sekolah masih banyak tumpukan kayu gelondongan,” tambah pemilik akun.
Artikel Terkait
Banjir lumpuhkan aktivitas belajar, puluhan sekolah di Pantura terpaksa alihkan KBM ke daring
Salim A Fillah ingatkan bencana Sumatera belum usai, pilih hidupkan sekolah demi masa depan anak-anak
Viral akses penyeberangan memprihatinkan di Way Bungur Lampung Timur, anak sekolah gantian naik rakit
Semangat anak-anak Desa Sekumur Aceh Tamiang, bawa meja sendiri untuk belajar di sekolah
Viral pelajar di Lampung Tengah lewati banjir dan jembatan kayu lapuk demi berangkat sekolah
Siswa SMPN 48 Sa Ate Gaikiu NTT belajar di kelas bambu rusak, video kondisi sekolah viral di medsos
Anak SD di Tolikara Papua harus tunggu pesawat melintas demi berangkat sekolah, videonya jadi sorotan