Cita-cita jadi kiai kandas, ayah NS ungkap pesan terakhir sebelum bocah 12 tahun di Sukabumi meninggal

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Sabtu, 21 Februari 2026 | 17:23 WIB
Ayah kandung NS, anak 12 tahun yang meninggal diduga karena dianiaya ibu tiri, bercita-cita ingin menjadi seorang kiai (Instagram/abubhakirkeita)
Ayah kandung NS, anak 12 tahun yang meninggal diduga karena dianiaya ibu tiri, bercita-cita ingin menjadi seorang kiai (Instagram/abubhakirkeita)

GENMILENIAL.ID — Duka mendalam menyelimuti keluarga NS (12), bocah asal Desa Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang meninggal dunia pada Kamis, 19 Februari 2026.

Kasus dugaan penganiayaan oleh ibu tirinya viral di media sosial dan memantik gelombang kemarahan publik.

Di balik kasus yang kini dalam penyelidikan tersebut, terungkap fakta menyentuh tentang cita-cita korban.

NS diketahui bercita-cita menjadi seorang kiai dan tengah menempuh pendidikan di pondok pesantren.

Baca Juga: Kronologi dan hasil autopsi NS, bocah 12 tahun di Sukabumi diduga korban penganiayaan ibu tiri

Ayah terisak kenang cita-cita sang anak

Ayah kandung korban, Anwar Satibi, tak kuasa menahan tangis saat menceritakan impian putranya.

Ia menyebut, NS memiliki keinginan berbeda dibanding anak seusianya.

“Beda dari orang lain, dia ingin jadi kiai. Itu yang membuat saya sakit,” ujar Anwar kepada awak media, Jumat, 20 Februari 2026.

Menurutnya, NS telah menjadi santri selama sekitar satu tahun terakhir, tepat sejak memasuki jenjang SMP. Sebelumnya, korban masih tinggal serumah bersama keluarga.

Baca Juga: 365 Hari Subang Ngabret: Pangkas hibah Rp90 miliar, 92 km jalan tuntas di tahun pertama Kang Rey

Anwar juga mengenang momen terakhir sebelum anaknya kembali ke pondok pesantren. Ia sempat memberikan uang saku sebesar Rp50 ribu.

“Kemarin saat saya pulang dari Sukabumi, saya kasih uang Rp50 ribu, ‘Alhamdulillah untuk bekal di pesantren,’” tuturnya dengan suara bergetar.

Uang tersebut, menurutnya, diterima dengan penuh rasa syukur oleh sang anak.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X