Camp pengungsian Desa Delung Sekinel Aceh Tengah, warga bertahan pascabanjir bandang

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Jumat, 20 Februari 2026 | 20:20 WIB
Kondisi camp pengungsian di Desa Delung Sekinel, Aceh Tengah (Instagram/abdulhakimtop)
Kondisi camp pengungsian di Desa Delung Sekinel, Aceh Tengah (Instagram/abdulhakimtop)

GENMILENIAL.ID — Kecamatan Linge, Aceh Tengah, menjadi salah satu wilayah paling terdampak banjir dan tanah longsor akhir November 2025.

Sebagian besar rumah warga hilang tersapu banjir, sehingga para penyintas kini menempati camp pengungsian di Desa Delung Sekinel.

‘Kompleks’ baru warga pascabanjir

Desa Delung Sekinel kini menjadi tempat tinggal sementara bagi masyarakat dari berbagai kampung terdampak.

Unggahan akun Instagram publik figur Adhin Abdul Hakim memperlihatkan aktivitas warga sehari-hari di camp.

Baca Juga: ESAI: Sebuah upaya mengembalikan hati ke pusat peradaban

“Ini camp pengungsian dari berbagai kampung-kampung yang hanyut, yang hilang. Jadi, aktivitas warga semuanya ada di sini,” jelas Adhin dalam videonya, dikutip Jumat, 20 Februari 2026.

Di camp tersebut tersedia tenda dapur umum, tenda sekolah darurat, dan masjid darurat untuk memenuhi kebutuhan warga sehari-hari.

Desa tersapu banjir, warga tinggal di lembah terisolir

Lokasi camp berada di lembah, di atas desa-desa warga yang kini hilang tersapu banjir dan longsor.

“Desa-desanya sebenarnya di bawah sana, di bawah perbukitan itu sudah hilang tersapu semuanya,” kata Adhin.

Baca Juga: Bocah di Aceh tengah menangis, sekolah tertimbun lumpur pasca banjir dan longsor

Akses ke camp juga sulit dijangkau, membuat pasokan logistik terbatas, bahkan harga sebutir telur sempat mencapai Rp15.000.

Gotong royong pastikan kebutuhan air terpenuhi

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X