Dua bulan pascabanjir, warga Kampung Jamat Aceh Tengah masih krisis air bersih

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Jumat, 30 Januari 2026 | 23:06 WIB
Warga Kampung Jamat, Aceh Tengah mengalami krisis air bersih dua bulan pascabanjir (Instagram/serta_lia_gali)
Warga Kampung Jamat, Aceh Tengah mengalami krisis air bersih dua bulan pascabanjir (Instagram/serta_lia_gali)

“Pipa yang sudah terpasang sering hanyut karena melewati sungai tanpa penyangga. Kalau air naik sedikit saja, langsung rusak,” ungkap warga dalam video tersebut.

Baca Juga: Pengakuan Beby Prisillia usai Onad bebas rehabilitasi narkoba: Saya tak bisa tinggalkan dia sendiri

Akibat kondisi ini, distribusi air bersih ke rumah-rumah warga kerap terputus.

Warga pun harus kembali mengandalkan cara manual untuk mendapatkan air.

Aceh Tengah masih berstatus tanggap darurat

Meski Pemerintah Provinsi Aceh telah menetapkan masa transisi darurat ke pemulihan selama 90 hari sejak 29 Januari 2026, Kabupaten Aceh Tengah masih berada dalam status tanggap darurat.

Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, memperpanjang masa tanggap darurat hingga 5 Februari 2026.

Baca Juga: Sirine banjir sempat berbunyi, warga Bekasi berlarian dan berkumpul di jembatan pantau ketinggian air

Keputusan tersebut diambil karena masih terdapat delapan desa yang terisolasi, terdiri dari lima desa di Kecamatan Linge dan tiga desa di Kecamatan Ketol.

“Masih ada wilayah yang akses jalannya tertutup longsor dan jembatan belum bisa dilalui. Bantuan logistik masih harus dikirim melalui jalur udara,” jelas Haili.

Hingga kini, upaya pemulihan infrastruktur terus dilakukan, namun keterbatasan akses dan kondisi geografis menjadi tantangan utama dalam penanganan pascabanjir di wilayah tersebut.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X