“Pipa yang sudah terpasang sering hanyut karena melewati sungai tanpa penyangga. Kalau air naik sedikit saja, langsung rusak,” ungkap warga dalam video tersebut.
Baca Juga: Pengakuan Beby Prisillia usai Onad bebas rehabilitasi narkoba: Saya tak bisa tinggalkan dia sendiri
Akibat kondisi ini, distribusi air bersih ke rumah-rumah warga kerap terputus.
Warga pun harus kembali mengandalkan cara manual untuk mendapatkan air.
Aceh Tengah masih berstatus tanggap darurat
Meski Pemerintah Provinsi Aceh telah menetapkan masa transisi darurat ke pemulihan selama 90 hari sejak 29 Januari 2026, Kabupaten Aceh Tengah masih berada dalam status tanggap darurat.
Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, memperpanjang masa tanggap darurat hingga 5 Februari 2026.
Keputusan tersebut diambil karena masih terdapat delapan desa yang terisolasi, terdiri dari lima desa di Kecamatan Linge dan tiga desa di Kecamatan Ketol.
“Masih ada wilayah yang akses jalannya tertutup longsor dan jembatan belum bisa dilalui. Bantuan logistik masih harus dikirim melalui jalur udara,” jelas Haili.
Hingga kini, upaya pemulihan infrastruktur terus dilakukan, namun keterbatasan akses dan kondisi geografis menjadi tantangan utama dalam penanganan pascabanjir di wilayah tersebut.***
Artikel Terkait
Akses jalan putus pascabanjir, anak-anak di Aceh Utara kesulitan berangkat sekolah
Warga Samar Kilang Bener Meriah krisis air bersih, dua bulan pascabanjir harus antre hingga keluar desa
Dua bulan pascabanjir, warga Aceh Tamiang masih krisis air bersih, harus jalan lebih dari 1 km
Dua bulan berlalu, warga Pidie Jaya Aceh ungkap bertahan lapar dan haus selama banjir bandang
Lubang raksasa di Aceh Tengah terus meluas, jalan penghubung terputus
H-20 Ramadan, korban banjir bandang di Aceh cemaskan tradisi berbagi kanji rumbi terancam terputus
Debu pekat selimuti Aceh Tamiang usai helikopter mendarat, lumpur kering picu ancaman kesehatan warga