Akses jalan putus pascabanjir, anak-anak di Aceh Utara kesulitan berangkat sekolah

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Senin, 26 Januari 2026 | 21:54 WIB
Anak-anak di Aceh Utara kesulitan akses ke sekolah karena jalan putus (Instagram/rully_xabian)
Anak-anak di Aceh Utara kesulitan akses ke sekolah karena jalan putus (Instagram/rully_xabian)

GENMILENIAL.ID— Dua bulan pascabanjir bandang yang melanda Aceh Utara, sejumlah wilayah masih mengalami dampak serius, terutama pada akses jalan.

Salah satunya terjadi di Desa Riseh Tunong, Kecamatan Sawang, di mana jalan utama menuju permukiman warga dan sekolah hingga kini belum dapat dilalui.

Akibatnya, aktivitas warga terganggu, termasuk anak-anak sekolah yang kesulitan berangkat belajar.

Jalan darat yang terputus membuat puluhan siswa SD dan SMP harus menghadapi risiko setiap hari hanya untuk menuju sekolah.

Baca Juga: 3.500 Rumah terendam banjir di Subang, Bupati Reynaldy desak BBWS segera normalisasi sungai

Jalan putus, anak-anak terhambat sekolah

Kondisi tersebut diungkapkan oleh seorang relawan Aceh, Rully Xabian, melalui unggahan video pada Senin 26 Januari 2026. 

Dalam video itu terlihat anak-anak berseragam sekolah kebingungan karena akses utama menuju sekolah terputus sejak banjir bandang pada 26 November 2025 lalu.

“Jalan menuju ke sekolah terputus. Proses belajar mengajar terganggu. Lokasinya di Riseh Tunong, anak-anak menuju ke sekolah terhambat karena akses jalan utama mereka terputus,” tulis Rully dalam keterangannya.

Baca Juga: 141 Warga mengungsi, Bupati Subang desak BBWS segera normalisasi Sungai Cigadung

Sebelumnya, warga sempat menggunakan jalur alternatif dengan melintasi area persawahan milik warga. Namun, akses tersebut kini ditutup karena dikhawatirkan merusak lahan pertanian.

“Awalnya warga lewat sawah, tapi sekarang sudah ditutup karena pemilik khawatir tanamannya rusak,” lanjutnya.

Dalam video tersebut, tampak anak-anak harus turun ke bekas aliran banjir yang berlumpur dan licin, kondisi yang dinilai membahayakan keselamatan.

Guru dan warga harap pemerintah segera bertindak

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X