82 Orang masih hilang usai longsor di Bandung Barat, kesaksian warga ungkap dentuman keras dari hulu

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Sabtu, 24 Januari 2026 | 23:32 WIB
Menyoroti kesaksian korban yang selamat dari insiden longsor yang melanda wilayah Cisarua, Bandung Barat, pada Sabtu, 24 Januari 2026 (Instagram.com/@asarhumanity)
Menyoroti kesaksian korban yang selamat dari insiden longsor yang melanda wilayah Cisarua, Bandung Barat, pada Sabtu, 24 Januari 2026 (Instagram.com/@asarhumanity)

Baca Juga: Bupati Subang bagikan seragam sekolah gratis di Desa Cibalandong, fokus dukung pendidikan anak

Ia juga mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor agar meningkatkan kewaspadaan, mengingat intensitas hujan masih tinggi.

“Saya khawatir masih ada potensi longsor susulan, terutama di wilayah dengan kontur tanah miring,” tegasnya.

Kesaksian korban: Terdengar dentuman keras

Seorang warga yang selamat menceritakan detik-detik terjadinya longsor. Ia mengaku sempat mendengar suara dentuman keras dari arah hulu pada Jumat malam, 23 Januari 2026.

“Saya dengar suara ‘bum’ sekitar jam 11 malam. Lalu longsornya benar-benar terjadi sekitar jam 2 dini hari,” ungkapnya, seperti dikutip dari akun Instagram @asarhumanity.

Baca Juga: Rentetan pohon tumbang terjang Jalancagak–Ciater, polisi evakuasi cepat demi keselamatan warga

Menurutnya, sebagian warga sempat menyelamatkan diri, namun ada pula yang tidak sempat menghindar karena rumah mereka langsung tertimbun material longsor.

“Ada yang sempat lari, tapi ada juga yang langsung tertimpa tanah,” tuturnya.

Dedi Mulyadi soroti dugaan alih fungsi lahan

Peristiwa ini turut mendapat perhatian Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang meninjau langsung lokasi bencana.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71, Dedi menyoroti kondisi kawasan yang seharusnya menjadi daerah resapan air.

Baca Juga: Bak lautan, banjir rendam Perumahan Sukawangi Bekasi hingga setinggi dada orang dewasa

“Daerah ini seharusnya ditumbuhi pohon sebagai penahan tanah dan air, bukan berubah menjadi kebun bunga atau sayuran,” ujar Dedi.

Ia menegaskan bahwa alih fungsi lahan menjadi salah satu faktor yang diduga memperparah dampak longsor.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X