Bermalam di hutan hingga makan ubi mentah, kisah pilu ibu di Tapanuli Tengah bertahan hidup saat longsor menerjang

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Selasa, 23 Desember 2025 | 16:28 WIB
Tangkapan layar seorang warga Tapanuli Tengah yang mengenang bagaimana banjir dan longsor menerjang rumahnya dan memaksa mereka tidur di hutan (TikTok/zaits_bf)
Tangkapan layar seorang warga Tapanuli Tengah yang mengenang bagaimana banjir dan longsor menerjang rumahnya dan memaksa mereka tidur di hutan (TikTok/zaits_bf)

GENMILENIAL.ID — Bayang-bayang malam mencekam masih terekam jelas di ingatan seorang ibu warga Desa Mardame, Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Saat longsor dan banjir bandang menerjang wilayahnya, rumah tempat ia berlindung bersama keluarga luluh lantak dalam sekejap, menyisakan perjuangan hidup yang penuh keputusasaan.

Bencana tersebut tak hanya merenggut tempat tinggal, tetapi juga memutus seluruh akses keluar masuk desa.

Baca Juga: Modal lampu mobil, warga Desa Pematang Durian Aceh Tamiang gotong royong buka akses jembatan tertimbun lumpur

Dalam kondisi hujan deras yang tak kunjung reda, sang ibu harus berjuang menyelamatkan keluarganya tanpa bekal apa pun.

Kisah memilukan ini dibagikan melalui unggahan akun TikTok @zaits_bf pada Senin, 22 Desember 2025.

Dalam video tersebut, wanita itu menceritakan secara langsung detik-detik mencekam saat bencana melanda hingga perjuangan mereka bertahan hidup di tengah keterbatasan ekstrem.

Rumah hancur, api tak bisa menyala

Saat longsor dan banjir bandang menghantam Desa Mardame, warga tak sempat menyelamatkan harta benda.

Baca Juga: Malam mencekam di Kota Lintang Bawah Aceh Tamiang: Warga tidur di atas balok kayu dan minum air lumpur demi bertahan hidup

Hujan deras membuat api mustahil dinyalakan, sementara kebutuhan dasar seperti makanan dan air bersih sama sekali tidak tersedia.

“Air hujan diminum, ada ubi tapi tak dimasak, semua hujan jadi enggak ada api,” ucap sang ibu mengenang malam penuh kepanikan tersebut.

Ubi yang ditemukan di sekitar lokasi menjadi satu-satunya sumber makanan, meski harus dikonsumsi mentah demi sekadar mengganjal perut yang lapar.

Akses terputus, terpaksa mengungsi ke hutan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X