GENMILENIAL.ID — Bayang-bayang malam mencekam masih terekam jelas di ingatan seorang ibu warga Desa Mardame, Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Saat longsor dan banjir bandang menerjang wilayahnya, rumah tempat ia berlindung bersama keluarga luluh lantak dalam sekejap, menyisakan perjuangan hidup yang penuh keputusasaan.
Bencana tersebut tak hanya merenggut tempat tinggal, tetapi juga memutus seluruh akses keluar masuk desa.
Dalam kondisi hujan deras yang tak kunjung reda, sang ibu harus berjuang menyelamatkan keluarganya tanpa bekal apa pun.
Kisah memilukan ini dibagikan melalui unggahan akun TikTok @zaits_bf pada Senin, 22 Desember 2025.
Dalam video tersebut, wanita itu menceritakan secara langsung detik-detik mencekam saat bencana melanda hingga perjuangan mereka bertahan hidup di tengah keterbatasan ekstrem.
Rumah hancur, api tak bisa menyala
Saat longsor dan banjir bandang menghantam Desa Mardame, warga tak sempat menyelamatkan harta benda.
Hujan deras membuat api mustahil dinyalakan, sementara kebutuhan dasar seperti makanan dan air bersih sama sekali tidak tersedia.
“Air hujan diminum, ada ubi tapi tak dimasak, semua hujan jadi enggak ada api,” ucap sang ibu mengenang malam penuh kepanikan tersebut.
Ubi yang ditemukan di sekitar lokasi menjadi satu-satunya sumber makanan, meski harus dikonsumsi mentah demi sekadar mengganjal perut yang lapar.
Akses terputus, terpaksa mengungsi ke hutan
Artikel Terkait
Warga Desa Simaninggir Tapteng rela lewati jalanan hutan yang curam dan licin demi menjemput bantuan
Warga Aceh di tengah banjir tunjukkan solidaritas untuk Gaza, ungkap kesedihan yang lebih besar
Jembatan putus, Desa Sekumur Aceh Tamiang terisolasi: Warga tinggal di terpal dan butuh tenda layak
Momen anak-anak pengungsi Aceh ‘paksa’ relawan makan roti bareng: Kita makan bersama om
Krisis air bersih pascabanjir, warga Aceh Tamiang terpaksa gunakan air sumur keruh demi bertahan hidup
Perjuangan relawan tembus jalur putus di Bener Meriah demi antar logistik korban banjir: Sedih lihat warga jalan kaki cari makan
Malam mencekam di Kota Lintang Bawah Aceh Tamiang: Warga tidur di atas balok kayu dan minum air lumpur demi bertahan hidup