Ada tokoh yang lebih dulu kritik tambang untuk ormas tapi tak dilaporkan, Mahfud MD: Kenapa harus Pandji?

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Rabu, 14 Januari 2026 | 16:35 WIB
Mahfud MD menyoroti laporan polisi yang ditujukan pada Pandji Pragiwaksono (YouTube/Mahfud MD)
Mahfud MD menyoroti laporan polisi yang ditujukan pada Pandji Pragiwaksono (YouTube/Mahfud MD)

GENMILENIAL.ID — Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD ikut menyoroti laporan hukum terhadap komika Pandji Pragiwaksono terkait materi stand up comedy bertajuk Mens Rea yang tayang di platform Netflix pada 27 Desember 2025.

Sebagaimana diketahui, Pandji dilaporkan ke pihak kepolisian oleh kelompok yang mengatasnamakan aliansi pemuda dari Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU).

Laporan tersebut menuding Pandji melakukan penghasutan di muka umum serta dugaan penistaan agama, khususnya terkait materi lawakan mengenai isu izin tambang untuk organisasi masyarakat (ormas) keagamaan.

Baca Juga: Guru di Pidie Jaya Aceh viral menangis usai laptop sekolah tertimbun lumpur, ungkap banyak data pensiun guru senior

Laporan itu kemudian menuai polemik luas di ruang publik, termasuk mendapat perhatian dari Mahfud MD yang menilai pelaporan tersebut sebagai langkah yang salah sasaran.

Mahfud MD singgung tokoh yang lebih dulu mengkritik

Mahfud MD menegaskan bahwa kritik terhadap kebijakan tambang untuk ormas keagamaan bukan pertama kali disampaikan oleh Pandji.

Ia menyebut, sejumlah tokoh nasional dari internal NU dan Muhammadiyah justru telah lebih dulu menyuarakan penolakan atau kritik terhadap kebijakan tersebut.

“Kalau itu yang dimaksudkan, kenapa dia melaporkan Pandji yang jelas-jelas komika? Kenapa tidak melaporkan Said Aqil Siradj?” ujar Mahfud MD, dikutip dari siaran podcast Terus Terang, Rabu, 14 Januari 2026.

Baca Juga: Polisi tangkap pelaku penggelapan mobil blind van Rp203 juta di Subang, ternyata karyawan perusahaan

Mahfud melanjutkan, kritik serupa juga pernah disampaikan oleh tokoh Muhammadiyah seperti Din Syamsuddin dan Busyro Muqoddas.

“Aqil Siradj di internal mengatakan bahwa ini merusak. Din Syamsuddin, Busyro Muqoddas di Muhammadiyah juga bilang itu tidak bagus. Kenapa tidak mereka yang dilaporkan?” sambungnya.

Menurut Mahfud, pernyataan-pernyataan tersebut sudah muncul jauh sebelum materi Mens Rea dipentaskan Pandji.

Pandji dinilai menyampaikan kritik yang sehat

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X