Aksi warga Arul Badak tersebut menjadi potret nyata semangat gotong royong di tengah keterbatasan.
Meski terdampak bencana dan akses jalan belum pulih, warga tetap bahu-membahu membantu petugas demi percepatan pemulihan listrik di desa mereka.
Perbaikan jaringan listrik menjadi kebutuhan mendesak, mengingat listrik berperan penting untuk penerangan, komunikasi, hingga aktivitas pemulihan pascabanjir.
93 Desa di Aceh Tengah masih alami gangguan listrik
Menurut laporan PLN ULP Takengon, hingga akhir Desember 2025 masih terdapat sekitar 93 desa di Aceh Tengah yang mengalami gangguan kelistrikan.
Hambatan utama perbaikan jaringan adalah kondisi medan menuju desa-desa tersebut yang masih sulit dijangkau.
Selain itu, potensi longsor susulan di tanah yang masih labil serta curah hujan yang belum stabil membuat akses jalan kerap berubah di lapangan.
Data Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah juga mencatat, dari total 295 perkampungan warga, masih ada 41 desa yang terisolasi akibat rusaknya akses jalan darat.
Bahkan, tiga desa di Kecamatan Bintang—yakni Serule, Atu Payung, dan Jamur Konyel—hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki.
Untuk wilayah-wilayah tersebut, distribusi bantuan hingga kini masih mengandalkan jalur udara dan danau.
Update korban banjir dan longsor di Sumatera
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat per Minggu sore, 28 Desember 2025, total korban meninggal dunia akibat banjir dan longsor di Sumatera mencapai 1.140 orang.
Baca Juga: Sebulan pascabanjir bandang, warga Desa Babo Aceh Tamiang masih butuh baju hingga tenda pengungsian
Artikel Terkait
Banjir bandang hantam Agam lagi, Sungai Maninjau penuh batu dan kayu hantam permukiman
Menunggu bantuan air bersih, warga Tamiang Hulu bertahan gunakan air sisa banjir untuk kebutuhan sehari-hari
Masih terisolir, bantuan ke Desa Pasir Gayo Lues harus seberangi sungai deras dan jembatan tali
Harga Sembako melambung hingga dua kali lipat, warga Takengon rela jalan kaki 5 jam ke Bener Meriah
Sebulan pascabanjir bandang, warga Desa Babo Aceh Tamiang masih butuh baju hingga tenda pengungsian
Antisipasi KLB penyakit pascabanjir, eks Ketum PB IDI ingatkan pelayanan kesehatan harus dekat dengan posko pengungsian
Rumah lenyap diterjang banjir bandang, warga Desa Suka Jadi Aceh Tamiang: Tinggal tangga dan kamar mandi