Antisipasi KLB penyakit pascabanjir, eks Ketum PB IDI ingatkan pelayanan kesehatan harus dekat dengan posko pengungsian

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Minggu, 28 Desember 2025 | 12:57 WIB
Mantan Ketum PB IDI, dokter Daeng Mohammad Faqih, soroti penanganan awal tentang kesehatan pascabanjir (YouTube/Forum Keadilan TV)
Mantan Ketum PB IDI, dokter Daeng Mohammad Faqih, soroti penanganan awal tentang kesehatan pascabanjir (YouTube/Forum Keadilan TV)

Ia menambahkan, kondisi pengungsian yang padat dan minim fasilitas sanitasi dapat mempercepat penularan penyakit jika tidak diimbangi dengan layanan medis yang memadai.

Baca Juga: Harga Sembako melambung hingga dua kali lipat, warga Takengon rela jalan kaki 5 jam ke Bener Meriah

Cegah KLB, layanan medis harus sejak awal

Dalam paparannya, dokter Daeng juga menyinggung potensi kejadian luar biasa (KLB) pascabanjir, seperti campak hingga ISPA, yang bisa menyerang banyak pengungsi dalam waktu singkat.

“Itu yang kita hindari, karena kalau terjadi seperti itu, yang di pengungsian tambah menderita,” ujarnya.

“Oleh karena itu, memang penanganan kesehatan itu selain makanan dan air bersih, penting sekali untuk cepat dilayani,” sambungnya.

Ia menegaskan, pembukaan posko kesehatan seharusnya dilakukan sejak awal masa pengungsian, bukan menunggu hingga muncul banyak keluhan penyakit.

Baca Juga: Masih terisolir, bantuan ke Desa Pasir Gayo Lues harus seberangi sungai deras dan jembatan tali

Pelayanan medis dimulai usai fase evakuasi

Mengenai waktu penanganan, dokter Daeng menjelaskan bahwa pelayanan kesehatan harus segera aktif setelah fase pencarian dan penyelamatan selesai dilakukan.

“Pertama itu biasanya kan pencarian dan penyelamatan. Di pencarian dan penyelamatan itu sekaligus pertolongan pertama dan evakuasi. Itu biasanya dikumpulkan di tempat tertentu,” jelasnya.

“Pelayanannya sudah harus dimulai untuk mencegah penyakit-penyakit itu tidak menyebar, tidak tambah buruk,” lanjutnya.

Ia mengingatkan bahwa keterlambatan pelayanan medis dapat memperparah penderitaan warga terdampak.

Baca Juga: Wakapolda Jabar pastikan Tol Cipali aman saat libur Natal, Pos Terpadu KM 102 jadi titik kontrol utama

“Kalau terlambat penanganan, kasihan sudah menderita, tidak punya apa-apa, kemudian sakit, tidak ada yang menangani. Sakitnya akan tambah parah dan menyebar ke camp,” tegasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X