Tak hanya relawan logistik, perjuangan serupa juga dialami tim medis.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebelumnya mengabadikan proses tim kesehatan yang harus meniti jembatan tali untuk mencapai Desa Pasir dan memberikan layanan medis bagi warga terdampak.
Jembatan darurat tersebut menghubungkan Desa Uyem Beriring dan Desa Pasir, setelah akses jalan utama di kawasan itu hancur akibat banjir bandang.
Kondisi jembatan yang sederhana dan bergoyang membuat perjalanan menuju desa tersebut penuh risiko.
Status tanggap darurat diperpanjang
Masih adanya wilayah yang sulit dijangkau membuat Pemerintah Kabupaten Gayo Lues memperpanjang status tanggap darurat.
Perpanjangan tersebut berlaku mulai 22 hingga 31 Desember 2025, guna mempercepat penanganan bencana dan distribusi bantuan ke daerah-daerah terisolir.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi lintas instansi dan memastikan kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi meski di tengah keterbatasan akses.
Update korban banjir Sumatera
Sementara itu, berdasarkan data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terdapat penambahan korban meninggal dunia di Aceh dan Sumatera Barat.
Hingga 26 Desember 2025, jumlah korban meninggal akibat banjir dan longsor di Sumatera tercatat 1.137 orang, dengan 163 orang lainnya masih dinyatakan hilang.
Adapun jumlah warga terdampak yang mengungsi di tiga provinsi mencapai 457.255 jiwa.***
Artikel Terkait
Di tengah banjir Aceh Tamiang, kisah ayah selamatkan kucing peliharaan ini bikin haru warganet
Sawah dan rumah hancur, begini kondisi Garoga Tapsel tiga pekan setelah dihantam banjir bandang kayu gelondongan
Mantan Ketum PB IDI ingatkan pelayanan kesehatan di posko pengungsi banjir Sumatera: Harus cepat ditolong tanpa rujukan RS
Tak hanya fisik, mental penyintas banjir bandang di Aceh Tamiang mulai lelah pascabencana
Momen haru warga Gayo berlarian beri durian untuk TNI usai drop bantuan logistik
Sebulan pascabanjir, akses Syiah Utama Bener Meriah masih terputus, jembatan darurat berbahaya untuk logistik
Sebulan berlalu, warga Aceh Tamiang ceritakan detik-detik 18 orang bertahan di atap rumah saat banjir datang