Beberapa warga terlihat berdiri di lokasi yang lebih tinggi sambil memantau arus, sementara lainnya memilih menjauh dari sungai karena khawatir banjir susulan.
Baca Juga: Berstatus objek vital nasional, PT Dahana uji kesiapan karyawan hadapi skenario darurat
“Airnya cepat sekali naik, bawa batu dan kayu,” terdengar suara dalam salah satu video yang beredar, menggambarkan situasi mencekam saat banjir kembali datang.
Peristiwa ini mempertegas bahwa wilayah Maninjau dan sekitarnya masih sangat rentan terhadap banjir bandang, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut dalam waktu lama.
Air surut, lumpur dan bongkahan batu tertinggal
Sekitar pukul 18.10 WIB, air dilaporkan mulai surut dan akses jalan perlahan kembali bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Meski demikian, warga diminta tetap berhati-hati karena sisa banjir berupa lumpur basah dan bongkahan batu masih berserakan di jalan serta pekarangan rumah.
Video lain yang diunggah akun Instagram @pdg24jam memperlihatkan kondisi sungai yang dipenuhi material batu pascabanjir.
“Dua kali diterjang galodo. Sungai penuh sama batu, lumpur di Maninjau, guys,” ujar perekam video dalam unggahan tersebut.
Data korban banjir Sumatera masih tinggi
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga 25 Desember 2025, korban meninggal dunia akibat rangkaian banjir dan longsor di Sumatera mencapai 1.135 jiwa, dengan 173 orang masih dinyatakan hilang.
Dari jumlah tersebut, Aceh mencatat 503 korban meninggal, Sumatera Utara 371 orang, dan Sumatera Barat 261 orang.
Untuk wilayah Sumatera Barat, Kabupaten Agam menjadi daerah dengan korban terbanyak, yakni 163 orang meninggal dan 38 orang masih dinyatakan hilang.
Artikel Terkait
Kearifan lokal warga Desa Sekumur: Saring air sungai jadi bersih pascabanjir Aceh Tamiang
Darurat air bersih Aceh Tamiang: Warga bertahan 15 hari konsumsi air menghijau bekas pabrik sawit
Pecah tangis syukur warga Pulau Tiga Aceh Tamiang saat relawan pertama tiba usai banjir
Tangis pilu nenek di Aceh Tamiang, tabungan umrah hasil nabung receh hanyut tersapu banjir
Momen haru penyintas banjir Aceh Tamiang pilih ambil bantuan secukupnya: Korban bukan kami sendiri
Tolak terisolasi, warga Rusip Antara gotong royong bangun jembatan darurat tanpa alat berat
Ferry Irwandi ingatkan risiko syok pasar usai kirim cabe dari Aceh: Rantai suplai jangan rusak