Ia menyebutkan, kayu-kayu besar yang menghantam rumah warga menyebabkan banyak bangunan masuk kategori rusak berat.
Pemerintah daerah pun mengajukan bantuan berupa ratusan gergaji mesin untuk mempercepat proses pembersihan.
Untuk Desa Garoga, pembersihan material kayu menjadi prioritas pemerintah bersama Kementerian Kehutanan.
Fokus penanganan meliputi pembersihan di bagian hilir sungai, pemantauan titik longsor di kawasan hulu, serta penyampaian peringatan dini kepada warga terkait potensi banjir susulan yang masih mengancam.***
Artikel Terkait
Air terus naik di tengah malam, warga Bona Lumban Tapteng memohon evakuasi: Kami tidak tahu pergi ke mana
Kearifan lokal warga Desa Sekumur: Saring air sungai jadi bersih pascabanjir Aceh Tamiang
Darurat air bersih Aceh Tamiang: Warga bertahan 15 hari konsumsi air menghijau bekas pabrik sawit
Pecah tangis syukur warga Pulau Tiga Aceh Tamiang saat relawan pertama tiba usai banjir
Tangis pilu nenek di Aceh Tamiang, tabungan umrah hasil nabung receh hanyut tersapu banjir
Momen haru penyintas banjir Aceh Tamiang pilih ambil bantuan secukupnya: Korban bukan kami sendiri
Tolak terisolasi, warga Rusip Antara gotong royong bangun jembatan darurat tanpa alat berat