Air terus naik di tengah malam, warga Bona Lumban Tapteng memohon evakuasi: Kami tidak tahu pergi ke mana

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Selasa, 23 Desember 2025 | 22:16 WIB
Tangkapan layar warga di desa Bona Lumban, Tapanuli Tengah, yang memohon bantuan karena banjir mulai menggenang dan menyebut warga masih terjebak di rumah (TikTok/zaits_bf)
Tangkapan layar warga di desa Bona Lumban, Tapanuli Tengah, yang memohon bantuan karena banjir mulai menggenang dan menyebut warga masih terjebak di rumah (TikTok/zaits_bf)

GENMILENIAL.ID — Suasana mencekam menyelimuti Desa Bona Lumban, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, pada Minggu malam, 21 Desember 2025.

Di tengah gelapnya malam dan hujan yang terus mengguyur, warga hanya bisa menyaksikan debit air banjir yang perlahan namun pasti merangkak naik hingga memasuki rumah-rumah mereka.

Banjir yang datang tanpa peringatan ini membuat warga terjebak dalam situasi penuh kepanikan.

Minimnya penerangan dan terbatasnya akses evakuasi memperparah kondisi, terutama bagi keluarga yang masih bertahan di dalam rumah masing-masing.

Baca Juga: Belajar dari Swiss dan Jepang, Ferry Irwandi soroti bahaya gelondongan kayu pascabanjir Sumatera

Air masuk rumah, warga terjebak di tengah kegelapan

Kondisi darurat ini terungkap melalui unggahan video akun TikTok @zaits_bf. Dalam video tersebut, seorang pria merekam langsung keadaan di sekitar rumahnya yang telah tergenang air setinggi mata kaki orang dewasa.

“Untuk malam hari ini kondisi air di Sumatera Utara, Kabupaten Tapanuli Tengah, Desa Bona Lumban, malam hari ini air sudah sampai ke titik rumah,” ujar pria tersebut dengan suara bergetar menahan panik.

Awalnya, genangan air hanya terlihat di halaman rumah. Namun seiring waktu, air terus naik dan mulai menggenangi ruang-ruang utama tempat warga biasa beraktivitas dan beristirahat.

Baca Juga: Kepolosan dua bocah di Tapanuli Tengah ceritakan rumah biru mereka hancur diterjang banjir

Belum ada bantuan, warga mengaku berjuang sendiri

Yang membuat situasi semakin mengkhawatirkan, hingga larut malam warga mengaku belum menerima bantuan ataupun proses evakuasi dari pihak berwenang. Kondisi ini membuat rasa cemas kian memuncak.

“Hari ini belum ada sama sekali para warga untuk membantu kondisi rumah kami,” lanjut pria tersebut dalam video.

Warga mengaku kebingungan menentukan langkah penyelamatan karena akses keluar desa mulai terputus oleh genangan air yang semakin luas.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X