Sawah dan rumah hancur, begini kondisi Garoga Tapsel tiga pekan setelah dihantam banjir bandang kayu gelondongan

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Kamis, 25 Desember 2025 | 18:50 WIB
Kondisi Garoga, Tapanuli Selatan setelah lebih dari 3 minggu diterjang banjir (Instagram/orapopoww)
Kondisi Garoga, Tapanuli Selatan setelah lebih dari 3 minggu diterjang banjir (Instagram/orapopoww)

Kesaksian warga: Rumah dihantam kayu, sawah musnah

Dalam video yang sama, Sukma menyoroti rumah-rumah warga yang hancur akibat terjangan kayu gelondongan.

Baca Juga: Kapolres Subang dampingi Gubernur Jabar, pengamanan ibadah Natal 2025 dipastikan aman dan kondusif

Kayu beragam ukuran tampak tertutup lumpur, menandakan kuatnya arus banjir saat kejadian.

“Rata-rata rumah di sini hancur. Kayu-kayu yang terbawa dari sungai menghantam rumah warga sampai ada yang terbawa arus dan hilang. Ini namanya gunung kayu,” tuturnya.

Ia juga mengungkapkan kesedihannya melihat kondisi di lapangan yang disebutnya jauh lebih tragis dibandingkan yang terlihat di media sosial.

Sejumlah warga Garoga turut menceritakan kengerian saat banjir datang. Salah satu warga mengatakan bahwa air bercampur kayu gelondongan masuk ke permukiman sekitar pukul 10.00 hingga 11.00 WIB.

Baca Juga: Arus Natal meningkat tajam, volume kendaraan ke arah Cirebon di Tol Cipali naik 86 persen

“Dulu rumah-rumah di situ. Untung kejadiannya siang, kalau malam habis semua,” ucap warga tersebut.

Ia menambahkan bahwa kayu dan air yang datang bersamaan menjadi penyebab utama rumah-rumah warga hancur, termasuk sawah yang baru saja ditanami.

BNPB: Tapanuli Selatan terdampak paling parah

Kepala BNPB, Suharyanto, sebelumnya menyatakan bahwa Tapanuli Selatan merupakan wilayah dengan tingkat kerusakan paling berat akibat banjir bandang tersebut.

Baca Juga: Perayaan Natal berlangsung, Kang Rey imbau warga dan wisatawan jaga kondusivitas Subang

Hal itu disampaikannya dalam konferensi pers pembaruan kebencanaan pada 30 November 2025.

“Rusak berat banyak di Tapanuli Selatan. Ada dua desa yang sempat muncul di video kayu-kayu gelondongan besar, dan ternyata itu di Tapanuli Selatan,” kata Suharyanto.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X