Kesaksian warga: Rumah dihantam kayu, sawah musnah
Dalam video yang sama, Sukma menyoroti rumah-rumah warga yang hancur akibat terjangan kayu gelondongan.
Baca Juga: Kapolres Subang dampingi Gubernur Jabar, pengamanan ibadah Natal 2025 dipastikan aman dan kondusif
Kayu beragam ukuran tampak tertutup lumpur, menandakan kuatnya arus banjir saat kejadian.
“Rata-rata rumah di sini hancur. Kayu-kayu yang terbawa dari sungai menghantam rumah warga sampai ada yang terbawa arus dan hilang. Ini namanya gunung kayu,” tuturnya.
Ia juga mengungkapkan kesedihannya melihat kondisi di lapangan yang disebutnya jauh lebih tragis dibandingkan yang terlihat di media sosial.
Sejumlah warga Garoga turut menceritakan kengerian saat banjir datang. Salah satu warga mengatakan bahwa air bercampur kayu gelondongan masuk ke permukiman sekitar pukul 10.00 hingga 11.00 WIB.
Baca Juga: Arus Natal meningkat tajam, volume kendaraan ke arah Cirebon di Tol Cipali naik 86 persen
“Dulu rumah-rumah di situ. Untung kejadiannya siang, kalau malam habis semua,” ucap warga tersebut.
Ia menambahkan bahwa kayu dan air yang datang bersamaan menjadi penyebab utama rumah-rumah warga hancur, termasuk sawah yang baru saja ditanami.
BNPB: Tapanuli Selatan terdampak paling parah
Kepala BNPB, Suharyanto, sebelumnya menyatakan bahwa Tapanuli Selatan merupakan wilayah dengan tingkat kerusakan paling berat akibat banjir bandang tersebut.
Baca Juga: Perayaan Natal berlangsung, Kang Rey imbau warga dan wisatawan jaga kondusivitas Subang
Hal itu disampaikannya dalam konferensi pers pembaruan kebencanaan pada 30 November 2025.
“Rusak berat banyak di Tapanuli Selatan. Ada dua desa yang sempat muncul di video kayu-kayu gelondongan besar, dan ternyata itu di Tapanuli Selatan,” kata Suharyanto.
Artikel Terkait
Air terus naik di tengah malam, warga Bona Lumban Tapteng memohon evakuasi: Kami tidak tahu pergi ke mana
Kearifan lokal warga Desa Sekumur: Saring air sungai jadi bersih pascabanjir Aceh Tamiang
Darurat air bersih Aceh Tamiang: Warga bertahan 15 hari konsumsi air menghijau bekas pabrik sawit
Pecah tangis syukur warga Pulau Tiga Aceh Tamiang saat relawan pertama tiba usai banjir
Tangis pilu nenek di Aceh Tamiang, tabungan umrah hasil nabung receh hanyut tersapu banjir
Momen haru penyintas banjir Aceh Tamiang pilih ambil bantuan secukupnya: Korban bukan kami sendiri
Tolak terisolasi, warga Rusip Antara gotong royong bangun jembatan darurat tanpa alat berat