“Origami, dilipat-lipat aja,” ujarnya.
Dalam momen itu, sang anak sempat bertanya mengapa ibunya menangis. Dengan menahan emosi, sang ibu berusaha menenangkan putrinya.
Baca Juga: Warga Desa Simaninggir Tapteng rela lewati jalanan hutan yang curam dan licin demi menjemput bantuan
“Nggak (nangis) sakit mata mama, mama lho kuat,” ucap tahanan perempuan tersebut.
“Cinta ibu tak tergantikan oleh apa pun dan siapa pun. Selamat Hari Ibu, 22 Desember 2025,” tulis Kapolrestabes Surabaya dalam keterangan videonya.
Pesan ibu untuk sang anak
Meski tengah menghadapi proses hukum, kasih sayang sang ibu tetap terpancar. Ia menyampaikan pesan sederhana namun penuh makna kepada putrinya.
“Nggak boleh nakal ya, janji ya. Salim Pak Polisinya,” pesan sang ibu sebelum pertemuan berakhir.
Momen tersebut memperlihatkan sisi kemanusiaan dalam proses penegakan hukum, bahwa ikatan antara ibu dan anak tetap kuat meski terhalang jeruji besi.
Tuai respons positif warganet
Video tersebut menuai respons luar biasa dari warganet. Hingga kini, unggahan itu telah ditonton lebih dari 12 juta kali, disukai lebih dari 715 ribu akun, dibagikan lebih dari 21 ribu kali, dan dibanjiri lebih dari 12 ribu komentar.
Sejumlah komentar warganet di antaranya:
“Bapak polisinya baik banget, Masya Allah,” tulis akun @lae******
“Mama Sha**** semoga nanti setelah semua ini selesai bisa jadi lebih baik,” tulis akun @isn***
Artikel Terkait
Ketua DPR hingga Mendagri desak audit tuntas usai ibu hamil di Papua ditolak 4 RS: Tak boleh terulang lagi
Seorang ibu di Aceh Utara kehilangan suami dan putra bungsunya saat banjir bandang, sisakan kenangan sebuah foto kecil
Ibu hamil menjelang HPL jadi korban kebakaran Terra Drone, ini aturan cuti melahirkan yang berlaku di Indonesia
Pilu korban banjir Aceh Tamiang berteduh di bawah terpal, seorang ibu mengaku tak butuh uang
Sinyal masih sulit, relawan bantu ibu di Aceh Tamiang video call anak yang kuliah di Yaman: Mamak di sini aman
Kekuatan media sosial satukan ibu dan anak yang terpisah usai banjir Aceh
Jalan kaki 9 jam demi sembako, kisah ibu di Tapanuli Tengah buka wajah buram distribusi bantuan bencana