GENMILENIAL.ID — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meminta waktu satu tahun kepada Presiden Prabowo Subianto untuk membenahi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang dinilainya memiliki citra buruk di mata publik.
Ia menegaskan reformasi menyeluruh harus dilakukan tanpa intervensi agar hasilnya efektif.
Citra bea cukai dianggap buruk
Purbaya mengatakan sejumlah kasus yang menjerat oknum pegawai Bea Cukai dalam beberapa tahun terakhir telah merusak kepercayaan publik.
Hal itulah yang mendorongnya meminta mandat penuh kepada Presiden untuk melakukan pembenahan internal.
Baca Juga: Pemerintah kerahkan 4 pesawat dan bantuan besar untuk tanggapi banjir–longsor di Sumatera
“Image Bea Cukai kurang bagus di media, di masyarakat, di pimpinan tertinggi kita. Jadi kita harus perbaiki dengan serius,” ujarnya setelah Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta.
Ia menyebut telah meminta waktu 12 bulan untuk memperbaiki DJBC tanpa gangguan, guna memastikan reformasi berjalan terstruktur.
Ancaman pembekuan hingga penggantian oleh SGS
Purbaya menyebut konsekuensi tegas menanti jika pembenahan tidak membawa hasil. Bahkan pemerintah, menurutnya, bisa saja kembali menggunakan jasa Société Générale de Surveillance (SGS), seperti yang pernah dilakukan pada masa lalu.
Baca Juga: Pengakuan Ira Puspadewi usai keluar dari Rutan KPK, ungkap rekeningnya masih diblokir
“Kalau Bea Cukai nggak bisa memperbaiki kinerjanya dan masyarakat masih nggak puas, Bea Cukai bisa dibekukan diganti dengan SGS,” tegasnya.
Ancaman tersebut dinilai menjadi tekanan besar bagi sekitar 16 ribu pegawai DJBC yang terancam dirumahkan jika reformasi gagal mencapai target.
Pemanfaatan AI untuk perkuat pengawasan
Artikel Terkait
Bea cukai Arab Saudi sita 100 slop rokok jemaah calon haji Indonesia, berpotensi ada denda yang harus dibayar
Menkeu Purbaya tertibkan pegawai pajak dan bea cukai lewat sidak mendadak dan sistem aduan masyarakat
Mahfud MD sebut Sri Mulyani terlalu protektif terhadap anak buah di kasus korupsi pajak dan bea cukai
Pengamat sebut kemunculan Purbaya mirip Sri Mulyani di awal jabatan, ingatkan soal kelas menengah
Dirjen Bea Cukai akui kebijakan CHT belum efektif: Budaya merokok mengakar dan rokok ilegal menguat karena daya beli rendah
Menkeu Purbaya dan Menteri ESDM Bahlil pastikan keamanan pasokan LPG 3 kg jelang Nataru
Penerimaan pajak neto turun 3,9 persen, DPR sentil Menkeu Purbaya: Ruang fiskal 2026 terancam makin sempit