“Kayu yang ditemukan di Lampung bukan kayu hanyut akibat banjir di Sumatera,” tegas Ade dalam keterangan resminya, Selasa, 9 Desember 2025.
Kecelakaan kapal dalam badai
Ade menjelaskan bahwa tugboat pengangkut kayu milik PT Minas Pagai Lumber mengalami kerusakan mesin dan diterpa badai pada 6 November 2025, sehingga sebagian besar kayu jatuh ke laut dan hanyut hingga ke pesisir Lampung.
Perusahaan tersebut diketahui memiliki izin resmi sejak diterbitkannya SK.550/1995 dan diperpanjang melalui SK.502/Menhut-II/2013.
Baca Juga: Pengoplos BBM di Subang ditangkap: Campur Thinner, Pertalite dan Pertamax, dijual ke warung eceran
“Mesin tugboat mati dan terkena badai sejak 6 November 2025 sehingga banyak kayu yang jatuh,” ujarnya.
Barcode SVLK untuk cegah illegal logging
Ade juga menekankan bahwa barcode pada batang-batang kayu merupakan bagian dari sistem legalitas SVLK yang memastikan asal-usul kayu dapat dilacak sehingga kegiatan penebangan ilegal dapat dicegah.
Kemenhut bersama Polda Lampung dijadwalkan menggelar konferensi pers bersama di Bandar Lampung untuk menjelaskan lebih detail asal kayu tersebut serta status hukumnya.***
Artikel Terkait
BNPB sebut Tapanuli Selatan terparah pascabanjir akibat kayu gelondongan terbawa arus
Material kayu gelondongan terbawa banjir di Sumatera, DPR sebut ada masalah serius di hulu dan desak evaluasi kehutanan
Asal kayu gelondongan di banjir Sumatera mulai dibidik Polri hingga Kejagung, Kemenhut sebut bentuk tim gabungan untuk investigasi
Menteri LH Hanif Faisol tindak tegas dugaan kayu gelondongan perparah banjir Sumatera
'Uang tidak berharga, makanan yang penting’: Suara pengungsi Aceh Tamiang di tengah gelapnya tenda darurat
Pilu peternak Aceh Utara yang kehilangan puluhan kambing usai disapu banjir bandang
Akses masih terputus, warga Bener Meriah tempuh 3–4 jam jalan kaki demi dapat bantuan beras