Akses masih terputus, warga Bener Meriah tempuh 3–4 jam jalan kaki demi dapat bantuan beras

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Rabu, 10 Desember 2025 | 16:48 WIB
Warga terdampak banjir di Aceh menempuh waktu 3 jam untuk mencari bantuan (TikTok/joe_sastra)
Warga terdampak banjir di Aceh menempuh waktu 3 jam untuk mencari bantuan (TikTok/joe_sastra)

GENMILENIAL.ID — Upaya pendistribusian bantuan untuk warga terdampak banjir di sejumlah wilayah Sumatera kembali menghadapi hambatan berat.

Di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, ribuan warga masih harus menempuh perjalanan ekstrem hanya untuk mendapatkan pasokan logistik paling dasar, terutama beras.

Sebuah video yang diunggah akun TikTok @joe_sastra pada Selasa, 9 Desember 2025, memperlihatkan kondisi terkini jalur KKA Bener Meriah, Aceh Utara yang rusak parah akibat longsoran tanah.

Baca Juga: Pilu peternak Aceh Utara yang kehilangan puluhan kambing usai disapu banjir bandang

Dalam video tersebut, terlihat puluhan warga berjalan kaki menyusuri jalur terjal yang penuh material tanah dan bebatuan.

Menurut keterangan sang pengunggah, alat berat sudah mulai bekerja membuka akses, namun jalur itu hingga kini hanya bisa dilewati oleh motor trail atau kendaraan khusus yang mampu menghadapi medan ekstrem.

3–4 Jam perjalanan jalan kaki demi sepaket beras

Dalam unggahan lanjutan, pemilik akun menjelaskan bahwa warga harus berjalan kaki selama 3 jam untuk sampai ke titik distribusi bantuan beras dan bahan bakar.

Baca Juga: 'Uang tidak berharga, makanan yang penting’: Suara pengungsi Aceh Tamiang di tengah gelapnya tenda darurat

“Jalur KKA yang menghubungkan Bener Meriah dan Aceh Utara perjalanan 3 jam untuk mendapatkan beras,” tulisnya.

Pada video lain, seorang warga menegaskan bahwa perjalanan yang mereka tempuh bukan sekadar berat, tetapi juga memakan waktu yang sangat lama.

“(Perjalanan) 3 jam sampai 4 jam lah pokoknya untuk mendapat beras ini,” ujar salah satu warga.

Situasi ini menandakan bahwa kebutuhan logistik di wilayah tersebut belum benar-benar terjangkau bantuan secara optimal.

Baca Juga: Bocah Aceh ceritakan detik-detik saat banjir bandang, mengira hari itu adalah hari terakhir hidupnya

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X