GENMILENIAL.ID — Eks penyelidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Aulia Postiera menyoroti dugaan kuat praktik pembalakan liar di balik bencana banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera.
Hal itu ia sampaikan setelah melihat banyaknya kayu gelondongan yang terbawa arus dan terdampar di area pemukiman warga.
“Banyak kayu gelondongan yang masuk ke wilayah penduduk yang disapu oleh banjir itu,” ujar Aulia dalam tayangan podcast di kanal YouTube Abraham Samad Speak Up pada Rabu, 10 Desember 2025.
Baca Juga: Pecah tangis suami saat tahu istrinya yang hamil tua tewas dalam kebakaran di gedung Terra Drone
Ia menegaskan pohon tumbang yang hanyut oleh banjir seharusnya tidak memiliki potongan rapi seperti yang terlihat dalam sejumlah video viral.
Korupsi berdampak langsung pada kerusakan lingkungan
Menurut Aulia, korupsi bukan hanya merusak tata kelola birokrasi dan ekonomi, tetapi juga memiliki dampak besar terhadap lingkungan.
Ia menilai kondisi hutan di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh sudah sangat mengkhawatirkan.
“Kalau kita melihat apa yang terjadi di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh itu hutannya gundul,” kata Aulia.
Ia menambahkan bahwa berbagai penelitian dan laporan lembaga pemerhati lingkungan telah lama menyuarakan adanya pembalakan liar dan aktivitas pertambangan ilegal di wilayah tersebut tanpa penegakan hukum yang memadai.
Yakin penebangan pohon dilakukan korporasi
Aulia meyakini bahwa aktivitas penebangan skala besar tersebut bukan dilakukan oleh masyarakat kecil, melainkan korporasi yang memiliki alat berat.
“Rakyat kan nggak punya bekho. Kalau ditebang oleh rakyat, seberapa banyak sih bisa memotong kayu?” ujarnya.
Artikel Terkait
BNPB sebut Tapanuli Selatan terparah pascabanjir akibat kayu gelondongan terbawa arus
Material kayu gelondongan terbawa banjir di Sumatera, DPR sebut ada masalah serius di hulu dan desak evaluasi kehutanan
Asal kayu gelondongan di banjir Sumatera mulai dibidik Polri hingga Kejagung, Kemenhut sebut bentuk tim gabungan untuk investigasi
Menteri LH Hanif Faisol tindak tegas dugaan kayu gelondongan perparah banjir Sumatera
Bocah Aceh ceritakan detik-detik saat banjir bandang, mengira hari itu adalah hari terakhir hidupnya
'Uang tidak berharga, makanan yang penting’: Suara pengungsi Aceh Tamiang di tengah gelapnya tenda darurat
Akses masih terputus, warga Bener Meriah tempuh 3–4 jam jalan kaki demi dapat bantuan beras