Eks penyelidik KPK soroti dugaan pembalakan liar di balik banjir Sumatera, singgung peran korporasi hingga pejabat

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Rabu, 10 Desember 2025 | 23:36 WIB
Eks penyelidik KPK menyebut kemungkinan adanya praktik pembalakan liar hingga korupsi di Sumatera (YouTube/Abraham Samad Speak Up)
Eks penyelidik KPK menyebut kemungkinan adanya praktik pembalakan liar hingga korupsi di Sumatera (YouTube/Abraham Samad Speak Up)

GENMILENIAL.ID — Eks penyelidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Aulia Postiera menyoroti dugaan kuat praktik pembalakan liar di balik bencana banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera.

Hal itu ia sampaikan setelah melihat banyaknya kayu gelondongan yang terbawa arus dan terdampar di area pemukiman warga.

“Banyak kayu gelondongan yang masuk ke wilayah penduduk yang disapu oleh banjir itu,” ujar Aulia dalam tayangan podcast di kanal YouTube Abraham Samad Speak Up pada Rabu, 10 Desember 2025.

Baca Juga: Pecah tangis suami saat tahu istrinya yang hamil tua tewas dalam kebakaran di gedung Terra Drone

Ia menegaskan pohon tumbang yang hanyut oleh banjir seharusnya tidak memiliki potongan rapi seperti yang terlihat dalam sejumlah video viral.

Korupsi berdampak langsung pada kerusakan lingkungan

Menurut Aulia, korupsi bukan hanya merusak tata kelola birokrasi dan ekonomi, tetapi juga memiliki dampak besar terhadap lingkungan.

Ia menilai kondisi hutan di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh sudah sangat mengkhawatirkan.

“Kalau kita melihat apa yang terjadi di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh itu hutannya gundul,” kata Aulia.

Baca Juga: 22 Karyawan tewas dalam kebakaran gedung Terra Drone: Damkar ungkap akses evakuasi minim dan asap pekat jadi faktor utama

Ia menambahkan bahwa berbagai penelitian dan laporan lembaga pemerhati lingkungan telah lama menyuarakan adanya pembalakan liar dan aktivitas pertambangan ilegal di wilayah tersebut tanpa penegakan hukum yang memadai.

Yakin penebangan pohon dilakukan korporasi

Aulia meyakini bahwa aktivitas penebangan skala besar tersebut bukan dilakukan oleh masyarakat kecil, melainkan korporasi yang memiliki alat berat.

“Rakyat kan nggak punya bekho. Kalau ditebang oleh rakyat, seberapa banyak sih bisa memotong kayu?” ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X