Pecah tangis suami saat tahu istrinya yang hamil tua tewas dalam kebakaran di gedung Terra Drone

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Rabu, 10 Desember 2025 | 23:20 WIB
Menyoroti kisah pilu suami yang syok saat istrinya menjadi korban meninggal dunia di insiden kebakaran di Gedung Terra Drone, Jakpus (X.com/@Prince - Instagram.com/@tante.rempong)
Menyoroti kisah pilu suami yang syok saat istrinya menjadi korban meninggal dunia di insiden kebakaran di Gedung Terra Drone, Jakpus (X.com/@Prince - Instagram.com/@tante.rempong)

GENMILENIAL.ID — Linimasa media sosial tengah diramaikan kisah pilu dari insiden kebakaran di gedung Terra Drone, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Selasa, 9 Desember 2025.

Kebakaran tersebut menewaskan 22 orang karyawan setelah asap pekat menyebar ke lantai-lantai atas dan membuat para korban kehabisan oksigen.

Sebelumnya, Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) DKI Jakarta menyatakan proses pemadaman api di gedung Terra Drone telah selesai.

Baca Juga: 22 Karyawan tewas dalam kebakaran gedung Terra Drone: Damkar ungkap akses evakuasi minim dan asap pekat jadi faktor utama

Titik kebakaran terjadi di lantai dasar, sementara sebagian besar korban ditemukan di lantai atas, terutama lantai 3 dan 5.

Api memang tidak merambat ke lantai lain, namun asap tebal menjadi faktor utama jatuhnya korban jiwa.

Peristiwa itu menyisakan duka mendalam, terutama bagi keluarga para korban.

Salah satu kisah yang mencuri perhatian publik adalah seorang suami yang tak mampu menahan tangis setelah mengetahui istrinya yang sedang hamil tua menjadi salah satu korban meninggal dunia.

Baca Juga: Pengoplos BBM di Subang ditangkap: Campur Thinner, Pertalite dan Pertamax, dijual ke warung eceran

Video detik-detik sang suami menangis dan dipeluk anggota keluarga beredar luas di media sosial.

“Abang ini menangis setelah tahu istrinya yang hamil tua meninggal dunia dalam kebakaran di gedung Terra Drone,” tulis akun Instagram @tante.rempong.official pada Rabu, 10 Desember 2025.

Dalam unggahan tersebut dijelaskan bahwa korban seharusnya melahirkan pada Januari 2026. Informasi itu semakin menambah nelangsa publik yang mengikuti perkembangan tragedi tersebut.

“Padahal akan melahirkan pada Januari 2026. Saat kebakaran, sang istri sedang berada di lantai 5,” demikian tertulis dalam unggahan itu.

Baca Juga: Akses masih terputus, warga Bener Meriah tempuh 3–4 jam jalan kaki demi dapat bantuan beras

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X