Ia menilai kondisi serupa turut memperparah dampak banjir bandang di Sumatera yang menewaskan banyak warga karena masyarakat tak sempat mendapat informasi dini.
Baca Juga: Bandung kenalkan ‘KTP Pohon’, warga bisa cek identitas dan kondisi pohon lewat QR Code
BMKG tegaskan peringatan dini sudah disampaikan berulang kali
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengungkapkan bahwa lembaganya telah memberikan peringatan dini cuaca ekstrem jauh sebelum bencana terjadi.
Siklon Tropis Senyar yang memicu hujan sangat lebat bahkan sudah terlihat delapan hari sebelumnya.
“Balai Besar BMKG Wilayah 1 sudah mengeluarkan warning delapan hari sebelumnya, diulang empat hari sebelum, dan dua hari sebelum bencana,” katanya.
BMKG juga mengeluarkan press release empat hari sebelum bencana untuk Aceh dan Sumbar, serta delapan hari sebelumnya untuk Sumut.
Baca Juga: Gubernur Dedi Mulyadi siapkan moratorium penebangan hutan, ingatkan pentingnya menjaga bumi
Fathani meminta pemda lebih mencermati informasi tersebut dan segera mengambil langkah mitigasi.
“Mohon kepala daerah berhati-hati dan mencermati informasi yang kami berikan,” ujarnya.
Pemda diminta responsif, tidak menunggu bencana terjadi
BMKG menegaskan pemerintah daerah dapat langsung berkoordinasi dengan lima balai besar BMKG untuk evaluasi risiko dan kesiapan menghadapi ancaman cuaca ekstrem berikutnya.
Baik BNPB maupun BMKG sepakat bahwa kesiapsiagaan dan mitigasi daerah menjadi kunci mencegah jatuhnya korban jiwa yang berulang setiap musim hujan.***
Artikel Terkait
4 Kampung hilang tersapu banjir bandang Aceh, akses darat putus total: Jembatan Bailey dikebut demi jangkau korban
Prabowo tinjau lokasi banjir–longsor di Sumut setelah sepekan, pastikan akses listrik dan logistik segera pulih
Mendagri Tito Karnavian: Penjarahan di Sumatera karena warga lapar, pemerintah sudah all out tangani bencana
Basarnas catat 447 korban meninggal akibat bencana Sumatera, ratusan hilang dan korban luka belum tertangani
Kepala BNPB akui salah nilai bencana di Tapanuli Selatan, minta penanganan dipercepat dan soroti pengungsi terlalu lama di tenda
Asrama pesantren di Bireuen ambruk usai banjir bandang, kerugian ditaksir Rp6 miliar, ratusan santri mengungsi
Gubernur Dedi Mulyadi siapkan moratorium penebangan hutan, ingatkan pentingnya menjaga bumi