Mendagri Tito Karnavian: Penjarahan di Sumatera karena warga lapar, pemerintah sudah all out tangani bencana

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Senin, 1 Desember 2025 | 23:40 WIB
Menyoroti pernyataan Mendagri, Tito Karnavian terkait bencana banjir bandang hingga tanah longsor yang terjadi di Sumatera (Instagram.com/@titokarnavian)
Menyoroti pernyataan Mendagri, Tito Karnavian terkait bencana banjir bandang hingga tanah longsor yang terjadi di Sumatera (Instagram.com/@titokarnavian)

GENMILENIAL.ID — Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) sejak 25 November 2025 terus menjadi sorotan publik, terutama setelah muncul video penjarahan di daerah yang terisolasi.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan bahwa penanganan bencana di Sumatera sudah diperlakukan setara dengan status bencana nasional meski secara formal belum ditetapkan sebagai Darurat Bencana Nasional.

“Kalau untuk penetapan bencana nasional sementara belum, tetapi perlakuannya sudah nasional,” ujar Tito dalam konferensi pers di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin, 1 Desember 2025.

Baca Juga: Viral video anjing merintih di tengah banjir Medan, warganet sampai haru dan berebut ingin membantu

Pemerintah klaim sudah all out sejak hari pertama

Tito menyebut sejak hari pertama bencana, pemerintah pusat langsung turun ke lapangan melalui kementerian dan lembaga terkait.

“Dari hari pertama pemerintah pusat menilai sendiri bahwa harus turun. Semua sudah all out,” jelasnya.

Seluruh kekuatan nasional, termasuk TNI dan Polri, disebut telah dikerahkan untuk membantu penanganan di tiga provinsi terdampak tersebut.

Bantuan logistik dikirim dari Jakarta ke daerah terisolasi

Tito mengungkapkan logistik dikirim langsung dari Jakarta dan diturunkan melalui jalur udara ke wilayah yang masih tidak bisa diakses lewat darat.

Baca Juga: Prabowo tinjau lokasi banjir–longsor di Sumut setelah sepekan, pastikan akses listrik dan logistik segera pulih

Menurutnya, tindakan nyata jauh lebih penting daripada status bencana itu sendiri.

“Yang paling utama itu perlakuannya. Tindakannya yang lebih penting, tindakan nasional,” tegas Tito.

Saat ini pemerintah tengah memetakan rumah-rumah yang roboh untuk pembangunan hunian sementara (huntara).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X