Gubernur Dedi Mulyadi siapkan moratorium penebangan hutan, ingatkan pentingnya menjaga bumi

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Selasa, 2 Desember 2025 | 18:49 WIB
Dedi Mulyadi Siapkan Moratorium Penebangan Hutan di Provinsi Jawa Barat (jabarprov.go.id)
Dedi Mulyadi Siapkan Moratorium Penebangan Hutan di Provinsi Jawa Barat (jabarprov.go.id)

GENMILENIAL.ID — Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyampaikan rencana tegas pemerintah provinsi untuk menetapkan moratorium penebangan hutan.

Hal itu ia sampaikan melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71, pada Selasa, 2 Desember 2025.

Dalam video tersebut, Dedi menegaskan bahwa kebijakan pelarangan penebangan hutan akan segera diberlakukan sebagai langkah pencegahan musibah lingkungan di Jawa Barat.

“Moratorium itu segera kami siapkan dan besok akan saya luncurkan,” ujar Dedi menekankan.

Baca Juga: Lemahnya verifikasi Bank Jateng, rekening bodong dibuat nasabah tanpa terdeteksi

Penebangan hutan dinilai berisiko tinggi timbulkan bencana

Dedi menilai upaya pelestarian pohon jauh lebih penting ketimbang sekadar melakukan penanaman kembali.

Menurutnya, tindakan menebang pohon dalam jumlah besar sangat merugikan ekosistem dan berpotensi memperburuk risiko bencana.

“Menanam seribu pohon belum tentu menghasilkan seratus, tetapi menebang seribu pohon sudah pasti menghilangkan banyak manfaat bagi lingkungan,” ujarnya.

Mantan Bupati Purwakarta itu mengingatkan bahwa merawat bumi menjadi tanggung jawab seluruh pihak, bukan hanya pemerintah.

Baca Juga: Suami Anita Dewi minta maaf usai kisruh tumbler hilang di KRL, KAI pastikan tak ada petugas yang dipecat

Sindiran untuk pihak yang dianggap keliru dalam kebijakan alam

Dalam kesempatan yang sama, Dedi menyampaikan pesan kepada pihak yang disebut telah membuat keputusan keliru terkait pengelolaan lingkungan.

Ia meminta semua pihak menyadari kesalahannya dan memperbaiki diri.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X