Kasus ini bermula dari laporan resmi yang diajukan Heri Sopandi pada 12 November 2025 terkait dugaan pencemaran nama baik dan fitnah.
Dalam perjalanan penyelidikan, isu melebar hingga menyeret cerita soal dugaan setoran Rp50–100 juta yang sempat ramai di publik.
Penyidik kemudian memeriksa para saksi, termasuk dua pejabat kesehatan dan sejumlah pihak lain, sebelum akhirnya menggelar konfrontasi hari ini.
Di tengah proses tersebut, Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi juga dipanggil untuk memberikan klarifikasi. Dalam keterangannya, Bupati menegaskan bahwa isu setoran tersebut adalah fitnah yang mengganggu fokus kerja pemerintah daerah.
Bahkan dalam pernyataan lanjutan, Bupati menyindir pihak-pihak yang dianggap 'meramaikan fitnah' dan meminta masyarakat memberikan dukungan agar program pembangunan tidak ikut terganggu.
Penyidikan memasuki tahap penting
Dengan digelarnya pemeriksaan konfrontasi, kasus ini resmi memasuki salah satu tahap penentu.
Penyidik kini memiliki rangkaian keterangan lengkap dari pelapor, terlapor, serta para saksi yang saling dipertemukan untuk mencocokkan perbedaan kronologi maupun pernyataan.
Meski begitu, Polres Subang belum mengumumkan kesimpulan awal maupun keputusan terkait langkah hukum selanjutnya.
Penyidikan diperkirakan masih berlanjut dengan agenda lanjutan sebelum penyidik menentukan sikap final terhadap perkara yang kini menjadi perhatian publik Subang tersebut.***
Artikel Terkait
Kadis Pendidikan Subang Heri Sopandi bantah tuduhan terima setoran dari mantan Kadinkes: Berita itu hoaks
Kang Rey tegaskan tidak pernah minta setoran dari Kadis atau mantan Kadinkes
dr. Maxi jalani 50 pertanyaan soal dugaan pencemaran nama baik, Polres Subang tegaskan proses baru tahap klarifikasi
Polres Subang sudah periksa 7 saksi terkait isu setoran dan laporan Heri Sopandi
Kejari Subang tangkap DPO kasus laka lantas di Demak: Buron sejak 2021, dipidana 7 bulan
Bupati Subang penuhi undangan klarifikasi, tegaskan isu setoran Rp50–100 juta adalah fitnah
Bupati Subang sindir pihak yang ‘meramaikan fitnah’, minta dukungan warga agar program pembangunan tidak terganggu