GENMILENIAL.ID — Polres Subang terus melanjutkan penyelidikan atas laporan Kadisdikbud Subang, Heri Sopandi, dengan memeriksa tujuh saksi sejauh ini.
Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan pencemaran nama baik dan isu setoran yang menyeret nama mantan Kadinkes Subang, dr. Maxi, serta seorang terlapor lain berinisial H.
Kasatreskrim Polres Subang, AKP Bagus Panuntun, menyampaikan perkembangan ini usai pemeriksaan klarifikasi terhadap dr. Maxi pada Senin, 24 November 2025.
Pemanggilan dr. Maxi dilakukan dalam rangka undangan klarifikasi, sebagai bagian dari proses penyelidikan awal.
“Kita sudah memeriksa beberapa saksi. Kasus ini baru kita lakukan pemeriksaan tujuh saksi dan ini masih berjalan,” ujar AKP Bagus.
Ia menegaskan bahwa penyidik masih menelusuri ada atau tidaknya unsur pidana dalam laporan tersebut, termasuk terkait isu adanya setoran uang yang sebelumnya ramai diperbincangkan publik.
Bagus juga mengungkapkan bahwa pihaknya sempat meminta sejumlah oknum LSM untuk meninggalkan area Mapolres karena tidak memiliki pemberitahuan resmi dan dinilai berpotensi mengganggu jalannya penyelidikan.
“Selain jurnalis, kita arahkan untuk keluar dari Mako Polres karena tanpa pemberitahuan,” ujarnya.
Terkait agenda lanjutan, Polres Subang telah melayangkan undangan klarifikasi kepada beberapa pihak lain, termasuk Bupati Subang. Penjadwalan akan menyesuaikan kesediaan waktu pihak yang dipanggil.
Bupati Subang bantah isu setoran
Sebelumnya, Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi membantah tegas isu yang menyebut dirinya menerima setoran Rp50–100 juta per bulan dari kepala OPD, termasuk dari dr. Maxi maupun lewat Kadisdikbud Heri Sopandi.
“Kalau ada isu bahwa saya meminta setoran 50 sampai 100 juta per bulan, saya bingung setornya ke siapa. Saya tegaskan, saya tidak pernah meminta uang sepeser pun,” kata Kang Rey dalam kegiatan Coffee Morning bersama awak media pada Senin, 10 November 2025.
Artikel Terkait
Ada ‘iuran kebersamaan’ dari potongan insentif pegawai Bapenda Kota Semarang, Mbak Ita terima setoran Rp3,8 miliar selama 2 tahun
Preman berkedok ormas, pedagang Pasar Induk Kramat Jati setoran Rp1 juta setiap bulan
KPK bongkar modus pemerasan Gubernur Riau: Uang setoran diduga untuk plesiran ke tiga negara
Kadis Pendidikan Subang Heri Sopandi bantah tuduhan terima setoran dari mantan Kadinkes: Berita itu hoaks
Kang Rey tegaskan tidak pernah minta setoran dari Kadis atau mantan Kadinkes
Anggota DPRD Subang H. Anharudin: Pabrik wajib utamakan tenaga kerja lokal, bukan dari luar daerah
dr. Maxi jalani 50 pertanyaan soal dugaan pencemaran nama baik, Polres Subang tegaskan proses baru tahap klarifikasi