Surya Paloh sepakat Soeharto jadi pahlawan nasional: Harus dilihat dari sisi positif 32 tahun memimpin Indonesia

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Minggu, 9 November 2025 | 15:38 WIB
Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, menyatakan tak masalah dengan pemberian gelar Pahlawan Nasional pada Soeharto (Tangkapan layar YouTube NasDem TV)
Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, menyatakan tak masalah dengan pemberian gelar Pahlawan Nasional pada Soeharto (Tangkapan layar YouTube NasDem TV)

GENMILENIAL.ID – Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, menyatakan dukungannya terhadap rencana pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto.

Menurut Surya Paloh, terlepas dari berbagai kontroversi, peran Soeharto dalam membangun Indonesia selama masa kepemimpinannya tak bisa diabaikan.

“NasDem sudah kasih statement, sepakat itu. Enggak ada masalah,” ujar Surya Paloh kepada awak media di Jakarta Pusat, Minggu 9 November 2025. 

Baca Juga: 3 Klaster korupsi yang jerat Bupati Ponorogo: Dari suap pengurusan jabatan hingga fee proyek RSUD

Soeharto dinilai berjasa dalam pembangunan nasional

Surya Paloh menegaskan, masa kepemimpinan Soeharto selama 32 tahun telah memberikan banyak kemajuan di berbagai sektor pembangunan nasional.

“Masa jabatan 32 tahun yang cukup lama, sukar juga kita menghilangkan objektivitas bahwasanya sosok Presiden Soeharto telah memberikan posisi dan peran,” ujar Surya Paloh.

“Beliau sebagai Presiden membawa progress pembangunan nasional kita yang cukup berarti, seperti yang kita nikmati hari ini,” tambahnya.

Baca Juga: Kasus suap jual-beli jabatan: KPK tetapkan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko dan 3 orang lain tersangka

Titiek Soeharto: Semua fraksi sudah setuju, kecuali satu

Sementara itu, Titiek Soeharto mengungkap bahwa hampir seluruh fraksi di DPR telah menyetujui pemberian gelar pahlawan nasional untuk ayahnya, Soeharto.

“Enggak dibahas juga, semua fraksi-fraksi sudah setuju,” ucap Titiek Soeharto di Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat 7 November 2025. 

Meski demikian, ia menyebut masih ada satu fraksi yang belum memberikan persetujuan.

“Kecuali mungkin satu fraksi,” tambahnya tanpa menyebut nama partai tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X