Selain itu, KASBI juga menyerukan pemerintah menghentikan badai PHK dan memperkuat pengawasan terhadap perusahaan yang melanggar hak pekerja.
“Kami membawa simbol perjuangan seperti patung gurita, poster, dan spanduk sebagai bentuk perlawanan terhadap sistem eksploitatif,” tambah Sunarno.
1.464 Personel dikerahkan kawal aksi
Untuk memastikan aksi berjalan kondusif, Polres Metro Jakarta Pusat menerjunkan 1.464 personel gabungan TNI–Polri dan Pemprov DKI Jakarta di sekitar kawasan Gedung DPR/MPR RI.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, menyebut pengamanan dilakukan di tiga titik utama aksi.
Baca Juga: Sidang MKD DPR RI bahas kasus etik Ahmad Sahroni hingga Uya Kuya, sejumlah pengadu cabut laporan
“Untuk di depan DPR/MPR ada 1.464 personel, sementara di titik lain seperti Silang Selatan Monas dan depan Kementerian Haji serta Umrah juga disiagakan personel tambahan,” jelas Susatyo.
Secara terpisah, Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Ruslan Basuki, menegaskan pendekatan pengamanan dilakukan secara persuasif dan humanis.
“Silakan berorasi dengan tertib, jangan memprovokasi atau merusak fasilitas umum. Menyampaikan pendapat di muka umum adalah hak konstitusional, tapi tetap harus damai,” ujarnya.
Aksi yang diikuti ribuan buruh ini berlangsung tertib hingga siang hari dengan pengawalan ketat aparat, sementara perwakilan KASBI dijadwalkan bertemu dengan pimpinan DPR dan Komisi IX untuk menyerahkan tuntutan resmi.***
Artikel Terkait
Respon KPK terkait dukungan RUU Perampasan Aset dari Presiden Prabowo saat pidato Hari Buruh: Agar pemberantasan korupsi lebih efektif
Demo buruh 28 Agustus, Said Iqbal: Jangan framing mahasiswa-pelajar akan lakukan kekerasan
Tak targetkan dialog, demo buruh di DPR hanya sampaikan aspirasi
Polres Subang lakukan penyekatan antisipasi demo pelajar dan buruh ke DPR RI
Buramnya nasib tax amnesty, Menkeu Purbaya tolak, serikat buruh ikut kecam
Partai Buruh kritik Program Magang Nasional, sebut hina lulusan sarjana dengan gaji UMP
Diduga jadi penyebab keguguran buruh perempuan, Ketua Forum Buruh Perempuan Subang laporkan supervisor PT Lestari Busana Anggun Mahkota ke polisi