Menteri UMKM minta maaf soal pernyataannya tentang produk tiruan: Akui salah gunakan analogi

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Kamis, 23 Oktober 2025 | 00:32 WIB
Menteri UMKM Maman Abdurrahman minta maaf usai pernyataannya soal produk tiruan (Instagram/maman.abdurrahman.st)
Menteri UMKM Maman Abdurrahman minta maaf usai pernyataannya soal produk tiruan (Instagram/maman.abdurrahman.st)

Klarifikasi dan ajakan untuk inovasi

Dalam klarifikasinya, Maman menyesali penyampaian ucapannya yang menimbulkan persepsi keliru.

“Salahnya saya waktu menyampaikan di hadapan wartawan, sehingga terkesan mendukung produksi barang KW. Itu tidak benar. Saya minta maaf karena sebagai menteri saya harus fair, itu kesalahan saya,” katanya.

Baca Juga: Dua warga tewas tertimpa pohon di Ciater, BPBD Subang: Hujan deras dan angin kencang jadi pemicu

Ia menegaskan kembali bahwa fokus utama pemerintah adalah memperkuat daya saing produk lokal agar tidak kalah dari produk impor.

“Yang penting penekanannya bukan di imitasi, tapi pada transformasi, dari produk tiruan menjadi produk yang berkualitas dan orisinal,” jelas Maman.

Menuai kritik setelah ucapan viral

Sebelumnya, Maman sempat menjadi sorotan setelah dalam sebuah wawancara ia mencontohkan nama plesetan seperti 'Louis Vuitong' atau 'Gucco' sebagai strategi agar produk lokal menarik perhatian.

Baca Juga: Jabar datangi Kemendagri bahas dana Rp4,17 triliun, DKI justru akui 1000 persen soal APBD mengendap di Bank

Pernyataan itu kemudian viral dan menuai kritik karena dinilai mendorong praktik pelanggaran merek dagang.

Menanggapi hal itu, Maman menegaskan bahwa semangat pernyataannya adalah mendorong kreativitas dan keberanian UMKM untuk bersaing di pasar global, bukan meniru secara ilegal.

“Ini bukan barang replika. Ini tentang bagaimana kita membangun kreativitas dan strategi bisnis supaya tidak kalah dengan produk impor,” pungkasnya.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X