Klarifikasi dan ajakan untuk inovasi
Dalam klarifikasinya, Maman menyesali penyampaian ucapannya yang menimbulkan persepsi keliru.
“Salahnya saya waktu menyampaikan di hadapan wartawan, sehingga terkesan mendukung produksi barang KW. Itu tidak benar. Saya minta maaf karena sebagai menteri saya harus fair, itu kesalahan saya,” katanya.
Baca Juga: Dua warga tewas tertimpa pohon di Ciater, BPBD Subang: Hujan deras dan angin kencang jadi pemicu
Ia menegaskan kembali bahwa fokus utama pemerintah adalah memperkuat daya saing produk lokal agar tidak kalah dari produk impor.
“Yang penting penekanannya bukan di imitasi, tapi pada transformasi, dari produk tiruan menjadi produk yang berkualitas dan orisinal,” jelas Maman.
Menuai kritik setelah ucapan viral
Sebelumnya, Maman sempat menjadi sorotan setelah dalam sebuah wawancara ia mencontohkan nama plesetan seperti 'Louis Vuitong' atau 'Gucco' sebagai strategi agar produk lokal menarik perhatian.
Pernyataan itu kemudian viral dan menuai kritik karena dinilai mendorong praktik pelanggaran merek dagang.
Menanggapi hal itu, Maman menegaskan bahwa semangat pernyataannya adalah mendorong kreativitas dan keberanian UMKM untuk bersaing di pasar global, bukan meniru secara ilegal.
“Ini bukan barang replika. Ini tentang bagaimana kita membangun kreativitas dan strategi bisnis supaya tidak kalah dengan produk impor,” pungkasnya.***
Artikel Terkait
TKRPP Subang gelar koordinasi relawan, Maman Yudia targetkan 70 persen kemenangan Ganjar Pranowo
Menteri UMKM Maman Abdurrahman tegaskan tak ada uang negara untuk perjalanan istri ke Eropa
Menteri Maman pilih datangi KPK, tegaskan tak ada fasilitas negara dipakai istri
Menteri Maman bantah teken surat plesiran istri: Saya tidak pernah perintah
Kolaborasi perempuan Subang di Hari Batik Nasional: Dari senam berbatik, lestarikan budaya hingga dorong UMKM lokal
Program awal Lurah Sukamelang: Penguatan karang taruna, UMKM, hingga bank sampah
OJK dorong pemerintah perpanjang hapus tagih KUR: 1 Juta UMKM berpeluang bebas utang Rp15 triliun