Menteri UMKM minta maaf soal pernyataannya tentang produk tiruan: Akui salah gunakan analogi

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Kamis, 23 Oktober 2025 | 00:32 WIB
Menteri UMKM Maman Abdurrahman minta maaf usai pernyataannya soal produk tiruan (Instagram/maman.abdurrahman.st)
Menteri UMKM Maman Abdurrahman minta maaf usai pernyataannya soal produk tiruan (Instagram/maman.abdurrahman.st)

GENMILENIAL.ID – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman akhirnya menyampaikan permintaan maaf atas pernyataannya yang menuai kritik publik terkait usulan agar pelaku UMKM dapat membuat produk tiruan.

Maman mengakui bahwa pernyataannya itu merupakan kekeliruan dalam penggunaan analogi saat menjelaskan strategi penguatan industri kecil.

“Saya atas nama pribadi mohon maaf kalau sampai misalnya terpersepsikannya seperti itu,” ujar Maman kepada wartawan di Gedung Kementerian UMKM, Rabu, 22 Oktober 2025.

Baca Juga: Mahfud MD desak KPK selidiki dugaan korupsi proyek Whoosh: Tak perlu tunggu laporan

Ia menegaskan, maksud pernyataannya bukan untuk mendorong pelaku UMKM meniru merek dagang asing secara ilegal, melainkan mencontoh semangat industrialisasi negara lain seperti Korea Selatan dan Tiongkok.

“Sebetulnya esensinya bukan mendukung produk KW. Saya cuma keliru menggunakan analogi, misalnya menyebut Louis Vuitton jadi Louis Vuttong atau Dior jadi Doir,” ungkapnya.

“Maksud saya itu bukan soal meniru secara negatif, tapi tentang proses pembelajaran dan replikasi industri,” tambahnya.

Baca Juga: Dirops Dahana kunjungi proyek PLTA Upper Cisokan, bakar semangat tim di garda terdepan energi nasional

Contoh dari Korea Selatan dan Tiongkok

Maman menjelaskan, Korea Selatan pada awal masa industrialisasi tahun 1960-an banyak belajar dari produk negara maju seperti Jepang dan Amerika Serikat.

Dari proses 'amati, tiru, dan modifikasi' itu kemudian lahir perusahaan besar seperti LG dan Samsung yang kini menjadi pemain global.

“Dia (Korea Selatan) meniru, tapi tidak plek-plekan. Mereka melakukan amati, tiru, modifikasi sampai akhirnya punya produk sendiri. Nah, yang saya maksud adalah spirit itu,” ujarnya.

Baca Juga: Dedi Mulyadi bongkar selisih data dugaan dana Rp4,1 triliun APBD Jabar di bank, soroti beda sistem laporan BI dan Kemendagri

Maman menegaskan bahwa ia tidak bermaksud mengabaikan aspek hak kekayaan intelektual (HAKI) dan menyadari pentingnya inovasi bagi pelaku UMKM di Indonesia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X