“Angka APBD itu bisa naik turun tiap hari karena digunakan untuk gaji pegawai dan proyek pemerintah,” ujarnya.
3. Penelusuran ke Bank Indonesia
Usai dari Kemendagri, Dedi menyambangi Bank Indonesia untuk memastikan sumber data versi Kemenkeu.
Dari hasil pertemuan, Dedi menemukan perbedaan sistem pelaporan antara BI dan Kemendagri.
“Data BI adalah laporan per 30 September 2025, sedangkan Kemendagri dan Pemprov memiliki data harian melalui SIPD,” jelasnya.
Menurut Dedi, ketidaksamaan periode pelaporan itulah yang menimbulkan kesalahpahaman publik mengenai dugaan dana mengendap.
4. Usul penyatuan data antar-lembaga
Dedi mengusulkan agar data yang dikelola Kemendagri dan Kemenkeu disinkronkan untuk menghindari perbedaan angka di masa mendatang.
“Data Kementerian Keuangan dan Kemendagri seharusnya connect, agar tidak menimbulkan persepsi publik yang salah,” ujarnya.
Gubernur Jabar menegaskan, hingga kini kas daerah Jawa Barat hanya Rp2,4 triliun dan semuanya tersimpan dalam rekening giro aktif, bukan deposito.
“Tidak ada dana pemerintah Provinsi Jawa Barat yang tersimpan dalam bentuk deposito di bank mana pun,” tutup Dedi.***
Artikel Terkait
Guncangan MBG di KBB: Ribuan siswa keracunan, bakteri pembusuk terungkap, hingga Gubernur Dedi usul dapur sekolah
Titel pengangguran tertinggi di ASEAN bayangi anak muda RI, Menkeu Purbaya tebar janji ekonomi pulih akhir 2025
Prabowo soroti pengangguran dalam sidang kabinet: Minta Menteri kompak ala tim sepak bola, Purbaya janji lapangan kerja membaik akhir tahun
Heboh kritik Dedi Mulyadi soal Aqua, pakar hidrogeologi: Semakin dalam justru semakin murni
Dedi Mulyadi tantang Menkeu buka data APBD Jabar yang diduga mengendap di bank, Purbaya: Itu laporan resmi BI
Menkeu Purbaya tantang Dedi Mulyadi cek langsung ke BI soal APBD Jabar Rp4,1 triliun: Mungkin stafnya ngibul
Jabar datangi Kemendagri bahas dana Rp4,17 triliun, DKI justru akui 1000 persen soal APBD mengendap di Bank