Guncangan MBG di KBB: Ribuan siswa keracunan, bakteri pembusuk terungkap, hingga Gubernur Dedi usul dapur sekolah

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Selasa, 30 September 2025 | 00:03 WIB
Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi usul dapur sekolah imbas insiden keracunan massal dalam pelaksanaan program MBG di Kabupaten Bandung Barat (KBB) (Instagram.com/@dedimulyadi)
Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi usul dapur sekolah imbas insiden keracunan massal dalam pelaksanaan program MBG di Kabupaten Bandung Barat (KBB) (Instagram.com/@dedimulyadi)

 

GENMILENIAL.ID – Kasus keracunan massal yang menimpa lebih dari seribu siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) kini memasuki babak baru.

Fakta-fakta yang terungkap menyoroti kelalaian serius dalam penyimpanan makanan hingga ditemukannya bakteri pembusuk berbahaya.

Hasil uji Labkesda Jawa Barat menunjukkan adanya bakteri Salmonella dan Bacillus cereus dalam makanan MBG.

Keduanya diduga muncul akibat penyimpanan bahan makanan pada suhu ruang tanpa pengendalian.

Baca Juga: GMNI Subang tegaskan masa depan pertanian tak boleh tersisih oleh proyek industrialisasi

“Penyimpanan di suhu yang tidak aman membuat bakteri mudah berkembang. Untuk makanan, standar penyimpanan harus di bawah 5 derajat Celcius atau di atas 60 derajat Celcius,” jelas Kepala UPTD Labkesda Jabar, dr. Ryan Bayusantika, Minggu 28 September 2025.

Di sisi lain, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang menyebut kasus ini 'di luar nalar', terutama soal daging ayam yang disimpan berhari-hari.

“Saya tidak mentolerir bahan baku yang tidak segar. Penyimpanan 350 ekor ayam dalam freezer jelas tak masuk akal,” tegasnya.

Baca Juga: Prabowo curhat soal parahnya korupsi, tegaskan hanya pemerintahan bersih yang bisa bikin Indonesia bangkit

Dedi Mulyadi usulkan dapur sekolah

Menanggapi insiden ini, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengusulkan pembangunan dapur khusus di sekolah berkapasitas besar.

Ia menilai langkah itu bisa melibatkan orang tua siswa sebagai relawan sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

“Pemprov dan pemda kabupaten bisa membangun dapurnya di sekolah. Orang tua bisa ikut mengelola MBG agar higienitas lebih terjaga,” ujar Dedi, Senin 29 September 2025.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X