Purbaya: Saya tak pernah sebut APBD Jabar
Di sisi lain, Purbaya menepis tudingan bahwa dirinya secara spesifik menyebut Jawa Barat dalam laporan tersebut.
Menurutnya, data yang ia sampaikan bersifat agregat nasional, bukan menyasar provinsi tertentu.
“Saya enggak pernah sebut data Jabar. Kalau dia bisa turunkan sendiri, saya enggak tahu dari mana datanya, dia debat sama dirinya sendiri?” ucap Purbaya.
Ia menjelaskan, dalam sistem BI tercantum flag dan contrengan yang menunjukkan jenis dan asal dana milik pemerintah daerah, baik giro maupun deposito.
Baca Juga: Mahfud MD bongkar dugaan mark up whoosh, KPK: Kami sudah bergerak kumpulkan data
“Itu dari sistem monitoring BI yang dilaporkan perbankan. Jadi jangan Pak Dedi nyuruh saya kerja,” sindirnya.
Publik tunggu klarifikasi resmi
Kontroversi ini bermula dari Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah pada 20 Oktober 2025, ketika Menkeu Purbaya menyebut adanya dana APBD daerah yang mengendap di bank senilai Rp4,1 triliun.
Kini publik menanti pembuktian data antara Kemenkeu, BI, dan Pemprov Jabar untuk memastikan siapa yang benar dalam kisruh ini.***
Artikel Terkait
Dedi Mulyadi tegaskan larangan study tour bukan untuk tekan wisata, tapi hentikan eksploitasi siswa
Guncangan MBG di KBB: Ribuan siswa keracunan, bakteri pembusuk terungkap, hingga Gubernur Dedi usul dapur sekolah
Titel pengangguran tertinggi di ASEAN bayangi anak muda RI, Menkeu Purbaya tebar janji ekonomi pulih akhir 2025
Isu 'perang dingin' Purbaya vs Luhut di sidang kabinet: Dari utang Whoosh hingga debat family office
Prabowo soroti pengangguran dalam sidang kabinet: Minta Menteri kompak ala tim sepak bola, Purbaya janji lapangan kerja membaik akhir tahun
Heboh kritik Dedi Mulyadi soal Aqua, pakar hidrogeologi: Semakin dalam justru semakin murni
Dedi Mulyadi tantang Menkeu buka data APBD Jabar yang diduga mengendap di bank, Purbaya: Itu laporan resmi BI