Dedi Mulyadi tegaskan larangan study tour bukan untuk tekan wisata, tapi hentikan eksploitasi siswa

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Senin, 28 Juli 2025 | 02:08 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (jabarprov.go.id)
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (jabarprov.go.id)

GENMILENIAL.ID – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa kebijakan larangan study tour bagi siswa sekolah bukan dimaksudkan untuk membatasi sektor pariwisata, melainkan sebagai upaya menghentikan praktik eksploitasi terhadap siswa dalam dunia pendidikan.

Larangan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 45/PK.03.03/KESRA tentang 9 Langkah Pembangunan Pendidikan Jawa Barat Menuju Terwujudnya Gapura Panca Waluya.

"Menjadikan anak sekolah sebagai objek peningkatan kunjungan pariwisata adalah perbuatan yang tak memiliki landasan berpikir akademis dan moral," kata Dedi dalam unggahan video di akun Instagram pribadinya, Sabtu, 26 Juli 2025.

Baca Juga: DJ Panda akui sebar foto USG anak Erika Carlina karena cemburu dan emosi

Dedi menilai bahwa kegiatan study tour selama ini lebih banyak bermuatan komersial ketimbang edukatif.

Ia menyoroti praktik-praktik eksploitatif yang kerap menimpa siswa, seperti penjualan buku LKS dan seragam sekolah, yang menurutnya bertentangan dengan nilai pendidikan.

“Karena sudah menjadikan mereka sebagai barang material dan menjadi bagian dari eksploitasi untuk mendapat keuntungan, sedangkan pendidikan itu harus terbebas dari nilai-nilai yang bersifat eksploitatif,” tegasnya.

Meski menuai protes dari pelaku usaha pariwisata, Dedi justru mendorong solusi strategis untuk tetap meningkatkan jumlah kunjungan wisata di daerah, tanpa harus menggantungkan diri pada kegiatan study tour siswa.

Baca Juga: Candaan Jokowi soal nama Mulyono di reuni UGM: Jangan nambah masalah lagi

“Satu, tingkatkan kebersihan kota atau kabupaten,” ujarnya.

Ia juga mendorong peningkatan estetika tata ruang kota, penataan bangunan, hingga revitalisasi sungai dan ruang publik agar lebih menarik dan nyaman.

Tak hanya itu, Dedi juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan wisata, termasuk keramahan pedagang lokal, profesionalisme pemandu wisata, serta jaminan keamanan dan kenyamanan bagi pengunjung.

“Kalau seluruhnya dikembangkan oleh kita semua, jangan khawatir wisatawan akan datang berbondong-bondong karena mereka merasa nyaman,” pungkasnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X