Hari Tani Nasional di Subang: Petani tagih kepastian lahan, Pemda janji tak tinggalkan mereka di tengah industrialisasi

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Rabu, 24 September 2025 | 18:39 WIB
Peringatan Hari Tani Nasional 2025 di Subang bersama Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi dan Forkopimda di Gazebo depan Kantor Pemda Subang pada Rabu, 24 September 2025 (Dok. Istimewa)
Peringatan Hari Tani Nasional 2025 di Subang bersama Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi dan Forkopimda di Gazebo depan Kantor Pemda Subang pada Rabu, 24 September 2025 (Dok. Istimewa)

GENMILENIAL.ID – Peringatan Hari Tani Nasional 2025 di Subang bukan sekadar seremoni syukuran, melainkan juga menjadi panggung bagi petani untuk menyuarakan tuntutan lama, kepastian hukum atas ribuan hektar lahan yang masih diperdebatkan.

Acara syukuran berlangsung di Gazebo depan Kantor Pemda Subang pada Rabu, 24 September 2025, dihadiri jajaran Forkopimda, kelompok tani, hingga pejabat utama daerah.

Dalam kesempatan itu, Ketua P3SL menegaskan bahwa sekitar 5.400 hektar lahan di Subang hingga kini belum jelas statusnya.

Baca Juga: DPRD Subang bahas dua Raperda strategis, atur desa jelang Pilkades 2026 dan tetapkan arah pariwisata 2025–2030

“Petani membutuhkan keberpihakan nyata pemerintah, agar lahan bisa kembali ke tangan mereka yang benar-benar menggarap,” ujarnya.

Pemda janji tak tinggalkan petani

Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi (Kang Akur), menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjaga kepentingan petani meskipun Subang tengah berkembang pesat sebagai kawasan industri.

“Pemerintah daerah tidak akan menyakiti petani, karena petani adalah kekuatan utama dalam menjaga ketahanan pangan dan perekonomian Subang,” ucapnya.

Agus juga menyebut, persoalan tanah yang terkait dengan PG Rajawali akan diselesaikan sesuai aturan agar tidak memunculkan masalah hukum.

Baca Juga: Milangkala Cibogo, Kang Rey tegaskan perang lawan pungli rekrutmen pabrik di Subang

Subang jadi lumbung padi nasional

Dalam sambutannya, Kang Akur menyampaikan bahwa Subang kini ditetapkan sebagai lumbung padi nasional ketiga dengan produksi mencapai 1,2 juta ton.

Capaian ini disebut sebagai bukti vitalnya peran petani bagi kedaulatan pangan daerah maupun nasional.

“Petani adalah tulang punggung ekonomi kita. Karena itu, meski industri tumbuh, kedaulatan petani tetap jadi prioritas,” tegasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X