“Kami sudah buka blokir terhadap lebih dari 30 juta rekening. Hak pemilik rekening tetap aman, tidak hilang,” tegasnya.
Baca Juga: Sulthan Zaky resmi dipinjamkan PSM ke klub Kamboja, awali petualangan internasional
Dana mencurigakan dan rekening pemerintah tak aktif
Dalam investigasinya, PPATK menemukan lebih dari 50 ribu rekening dormant yang tiba-tiba menerima dana dalam jumlah besar.
Bahkan, sekitar 2.000 rekening milik instansi pemerintah yang tak aktif masih menyimpan total dana hingga Rp500 miliar.
NIK penerima bansos tersangkut judol, korupsi, dan terorisme
Lebih jauh, PPATK juga mengungkap keterlibatan 571.410 Nomor Induk Kependudukan (NIK) penerima bantuan sosial dalam aktivitas judi online.
Sepanjang 2024, total transaksi mereka mencapai Rp957 miliar dari 7,5 juta transaksi.
Baca Juga: Wakasau kenang sosok humanis Marsma Fajar Adriyanto: Ceria dan pembina olahraga dirgantara
Beberapa NIK juga ditemukan terlibat dalam tindak pidana korupsi dan bahkan pendanaan terorisme.
“Kami cocokkan NIK dari Kemensos dengan data transaksi. Hasilnya mengejutkan,” ujar Ivan dalam rapat Komisi III DPR pada 10 Juli 2025.
PPATK menegaskan bahwa pemblokiran dan pengawasan rekening menjadi bagian penting dari upaya besar membongkar kejahatan keuangan yang makin kompleks di Indonesia.***
Artikel Terkait
Selama tahun 2024, PPATK catat transaksi judi online capai Rp600 triliun
Pemblokiran massal rekening bank ramai di medsos, PPATK jelaskan alasan dan cara mengurusnya
PPATK blokir massal rekening terkait judol, ini 2 cara membukanya kembali
Kader PDIP laporkan Menkop Budi Arie soal fitnah judi online, diperiksa 29 pertanyaan di Bareskrim
Mensos Gus Ipul: 571 ribu rekening penerima bansos diduga digunakan untuk judi online
Istana pertimbangkan coret penerima bansos yang ketahuan main judi online, deposit judol capai Rp957 miliar
PPATK bongkar indikasi pendanaan terorisme lewat NIK penerima bansos, lebih dari 100 nama masuk radar
PPATK tegaskan pemblokiran rekening dormant untuk lindungi hak nasabah