Transaksi judi online anjlok 70 persen, PPATK bongkar 30 juta rekening dormant dan temuan dana bansos nyasar

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Senin, 4 Agustus 2025 | 19:07 WIB
Ilustrasi - PPATK melaporkan penurunan drastis transaksi judi online hingga lebih dari 70 persen pada periode April-Juni 2025 (Unsplash/Nick Pampoukidis)
Ilustrasi - PPATK melaporkan penurunan drastis transaksi judi online hingga lebih dari 70 persen pada periode April-Juni 2025 (Unsplash/Nick Pampoukidis)

“Kami sudah buka blokir terhadap lebih dari 30 juta rekening. Hak pemilik rekening tetap aman, tidak hilang,” tegasnya.

Baca Juga: Sulthan Zaky resmi dipinjamkan PSM ke klub Kamboja, awali petualangan internasional

Dana mencurigakan dan rekening pemerintah tak aktif

Dalam investigasinya, PPATK menemukan lebih dari 50 ribu rekening dormant yang tiba-tiba menerima dana dalam jumlah besar.

Bahkan, sekitar 2.000 rekening milik instansi pemerintah yang tak aktif masih menyimpan total dana hingga Rp500 miliar.

NIK penerima bansos tersangkut judol, korupsi, dan terorisme

Lebih jauh, PPATK juga mengungkap keterlibatan 571.410 Nomor Induk Kependudukan (NIK) penerima bantuan sosial dalam aktivitas judi online.

Sepanjang 2024, total transaksi mereka mencapai Rp957 miliar dari 7,5 juta transaksi.

Baca Juga: Wakasau kenang sosok humanis Marsma Fajar Adriyanto: Ceria dan pembina olahraga dirgantara

Beberapa NIK juga ditemukan terlibat dalam tindak pidana korupsi dan bahkan pendanaan terorisme.

“Kami cocokkan NIK dari Kemensos dengan data transaksi. Hasilnya mengejutkan,” ujar Ivan dalam rapat Komisi III DPR pada 10 Juli 2025.

PPATK menegaskan bahwa pemblokiran dan pengawasan rekening menjadi bagian penting dari upaya besar membongkar kejahatan keuangan yang makin kompleks di Indonesia.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X